Zakat Manajemen Tradisional


Oleh : KH Didin Hafidhuddin

Saya seorang pengusaha yang menjalankan usaha dengan manajemen tradisional tanpa neraca. Usaha saya bergerak di bidang pakaian jadi. Keuangan kadang-kadang ada di tunai, barang jadi, bahan baku, dan tagihan. Bagaimana menghitung zakatnya?
a.  Apakah setiap tahun, dimasukkan komponennya walau belum saya terima uangnya?
b.  Atau hanya tunai yang di tangan saya saja?
c.  Bagaimana dengan barang yang kembali dan diskon harga?  Ataukah dari keuntungan setiap tahun?

Imas, Ciamis

Jawaban:

Perusahaan setiap tahunnya harus mengeluarkan zakat bila jumlah dana yang dimiliki mencapai nishab. Dalam menghitung zakat, dilihat jumlah uang yang ada di tangan ( cash / tunai ), yang ada di bank ( setelah dikoreksi bunga ) dan piutang ( yang dapat ditagih ), persedian ( bahah baku maupun bahan jadi ) dan dikurangi utang jangka pendek . Jika masih mencapai nishab ( senilai 85 gram emas ) maka keluarkan zakatnya sebesar 2,5 % .■


Sumber : Konsultasi  Zakat, Republika, Rabu,  20 November 2002 / 15 Ramadhan 1423 H

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Didin Hafidhuddin, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s