Lagi Shalat, Keluar Darah Keputihan


Oleh : Tim Konsultasi Agama Majalah Islam  Sabili

Saya ingin bertanya tentang keputihan. Apakah keputihan itu masuk kategori wadi atau madzi, atau di luar itu ? Jika tiba-tiba cairan tersebut keluar padahal kita sedang shalat, batalkah ?

Demikian pertanyaan saya. Jazaakumullah khairan.

Ukhti  NN

Jawaban :

Keputihan adalah jenis cairan yang keluar dari kelamin wanita dan tidak termasuk darah haid, nifas ataupun istihadhah. Keputihan juga tidak termasuk wadi atau madzi. Sepengetahuan kami, keputihan adalah jenis cairan yang bersifat penyakit dan karenanya tidak dialami oleh semua wanita. Jenis cairan ini dalam bahasa Arab disebut sebagai ruthubah. Ada bebarapa penjelasan ulama tentang hukum ruthubah ini. Syaikh Muhammad al-Utsaimin misalnya, menjelaskan dalam Fatawa al-Mar’ah, ( susunan Syaikh Muhammad al-Musnid ) , bahwa banyak ulama yang menggolongkannya sebagai najis secara mutlak. Alasannya, setiap yang keluar dari dua jalan ( kelamin dan dubur ) adalah najis, kecuali sperma. Seperti diketahui, sperma tidak termasuk najis, seperti dijelaskan dalam hadits riwayat Aisyah ( HR Bukhari dan Muslim ). Dengan sendirinya, keputihan ini termasuk najis. Ini pendapat pertama.

Tapi, Syaikh Muhammad al-Utsaimin menambahkan, untuk wanita yang selalu keluar cairan keputihan ini, bahkan di dalam shalat sekalipun, maka hukumnya tidak merusak wudhunya dan shalatnya tetap sah. Artinya, jika wanita tersebut sudah berwudhu dan shalat, lalu keluar cairan keputihan dalam keadaan shalat, maka shalatnya tetap sah. Argumentasi beliau adalah menyamakan kedudukannya dengan orang yang menderita penyakit beser ( selalu keluar cairan kencing dari kelaminnya dan seringkali tanpa ia sadari ). Kondisi seperti ini tak membuat shalat orang tersebut batal.

Kesimpulannya, menurut Syaikh Utsaimin adalah, jika hanya keluar sesekali saja, itu harus dibersihkan dan membatalkan wudhu dan shalat. Namun, jika cairan itu sangat sering keluar, maka hal itu tidak membatalkan shalat karema sudah berada di luar kemampuan dia.

Pendapat yang lebih kuat dikemukakan oleh Syaikh Mushthafa al-Adawy dalam Jami’ Ahkam an-Nisa’  ( hlm. 67-68 ). Beliau berpendapat, cairan keputihan tersebut tidak termasuk najis. Alasannya, pertama : tidak ditemukannya dalil yang menajiskan cairan tersebut. Kedua, keterangan bahwa setiap yang keluar dari dua jalan ( dubur dan kelamin ) adalah najis hanyalah kesimpulan para ulama. Tak ada keterangan dari al-Quran dan Sunnah yang tegas menyebutkan bahwa setiap yang keluar dari dua jalan itu najis. Ketiga, cairan jenis tersebut keluar dari saluran rahim dan bukan keluar dari saluran kencing yang sifatnya najis. Keempat, menganalogikan keputihan dengan darah istihadhah. Darah istihadhah hukumnya tidak membatalkan shalat. Wanita hanya diharuskan untuk berwudhu setiap kali hendak shalat atau mandi dengan menjama’ shalatnya. Jika darah istihadhah saja yang juga merupakan penyakit tidak membatalkan shalat, demikian pula halnya dengan darah keputihan.

Kesimpulan :

Pendapat terakhir inilah yang insya Allah paling kuat. Adapun jika Anda ingin mengulang wudhu setelah keluar cairan tersebut dengan maksud berhati-hati ( ihtiyath ), hal itu tidak mengapa dilakukan. Yang penting, harus disadari bahwa mengulang wudhu bukanlah keharusan. Jika terjadi di dalam shalat, Anda tidak perlu mengulang shalat Anda. Wallahu a’lam. ■

Sumber : Konsultasi Agama , Sabili , No. 06 Th. X, 3 Oktober 2002 / 26 Rajab 1423

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

Advertisements

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, Shalat, Tim Konsultasi Sabili and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Lagi Shalat, Keluar Darah Keputihan

  1. Dita says:

    Bagaimana jika keputihan disertai darah? apa kita memerlukan mandi besar seperti setelah haid? Karena ini, saya harus mandi besar setiap saat mau sholat, dan cukup merepotkan. mohon pertolongannya

    —————————————————

    Apakah darah itu haid atau bukan, Anda tentu harus memastikannya terlebih dulu dengan berkonsultasi kepada dokter. Kalau yang sehat, haidnya teratur, kalau tidak teratur tentu ada faktor lain, yaitu kesehatan Anda. Karena itu, walaupun keluar darah, kalau bukan haid tidak perlu mandi besar setiap mau shalat.

  2. sorashim says:

    Apakah bagi wanita yang keputihan terus menerus harus selalu mengganti pembalutnya atau celana dalam yang terkena noda keputihan saat ingin shalat? Walaupun tak lama kemudian keputihannya akan keluar lagi.

  3. Wenn du etwas teilst, können die Nutzer, die du in die Zielgruppe des Beitrags aufnimmst , ihn in ihren Neuigkeiten sehen.

  4. Krankenkasse says:

    FIT.köln vereint anerkannte und effiziente Trainingsmethoden aus dem Athletik- und Fitnesstraining zu einem
    neuartigen Trainingskonzept.

  5. twitter.com says:

    Doch irgendwann war mein Blutdruck grenzwertig im mittleren Bereich und manchmal etwas erhöht.

  6. Ändert sich jetzt bewusst sein Sinnes spezifisch relevanter Code, so verändert
    sich plötzlich die Gesamtbedeutung einer Information.

  7. Labormesswerte wie Blutdruck oder Blutzucker, sprechen in dieser Tierstudie für
    den Erfolg der Fastenperioden und eingeschränkten Kalorienaufnahme.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s