Setan , Apa dan Siapa ?


Oleh : M Quraish Shihab

Izinkanlah saya menyampaikan permasalahan saya dan mengajukan pertanyaan berikut.

Setan ( syaithan ) ternyata perbuatan dan bukan makhluk. Pertanyaan saya : apakah bisikan setan itu datangnya selalu dari iblis atau jin kafir ?

Demikianlah, dan terima kasih atas jawabannya.

Nina Istanti,  Bekasi                                                                                           

Jawaban :

Kata syaithan ( setan ) terambil dari akar kata syathana, yang berarti “jauh” karena yang bersangkutan jauh dari rahmat Tuhan. Ada juga pendapat yang menyatakan, bahwa kata itu terambil dari akar kata syaatha, yang berarti “terbakar” — boleh jadi karena ia akan terbakar di neraka. Atau dari kata syatha, yang berarti “tepi”, karena ia berada di tepi. Ini bersumber dari konsep bahwa segala yang baik berada di tengah dan yang di tepi ( ekstrem kiri atau kanan ) adalah buruk.

Setan adalah makhluk Tuhan yang memiliki sifat-sifat buruk. Ia tidak terbatas pada jin atau makhluk halus, tetapi juga boleh jadi manusia. QS al-An’am (6) : 112 menjelaskan bahwa “setan dan jin dan manusia saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk memperdaya.” Atas dasar ini, sementara ulama merumuskan bahwa setan adalah : “Segala makhluk Tuhan yang durhaka kepada-Nya dan mengajak kepada kedurhakaan.” Bahkan sementara ulama menegaskan bahwa Al-Quran tidak hanya menggunakan kata syaithan untuk jin dan manusia, tetapi juga binatang yang melapaui batas dalam sikap / kelakuannya.

Kata syaithan juga digunakan untuk sifat yang buruk — bukan pelakunya.  Al-Raghib al-Asfahaniy, seorang pakar bahasa, mengutip hadis Nabi SAW yang menyatakan bahwa: ”Dengki adalah setan, marah adalah setan.” Sehingga pada akhirnya ia berpendapat bahwa setan merupakan nama bagi segala yang buruk dari sifat manusia.

Bisikan baik yang didengar hati manusia bersumber dari malaikat. Bila buruk, sumbernya setan. Namun, boleh jadi juga ia datang dari diri manusia. Dalam surat Yusuf (12) : 53, Al-Quran menyatakan :”Sesungguhnya nafsu manusia adalah pendorong kepada kejahatan  ( inna al-nafsu la ammarah bi al-su’ ).”

Ulama-ulama tasawuf membedakan antara bisikan setan dan bisikan buruk hati manusia. Nafsu – seperti anak kecil – tidak berhenti menggoda sampai keinginginannya tercapai. Ia tidak bersedia menerima ganti dari apa yang dituntutnya, walaupun yang ditawarkan melebihi yang dituntutnya. Dan bila diperturutkan keinginannya, ia merasa puas.

Ini berbeda dengan setan. Setan, bila gagal merayu pada satu kejahatan, akan berpindah pada kejahatan yang lain, yang lebih rendah. Tetapi tidak pernah berhenti, atau puas. Karena itu, begitu berhasil, ia akan pindah kepada yang lain. Sehingga, manusia menjadi setan sepertinya. Atau, dengan kata lain, durhaka kepada Tuhan, dan mengajak orang  lain kepada kedurhakaan.

Demikianlah jawaban atas pertanyaan Anda. ■

 

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 7 April 1995 /  7 Dzulqaidah 1415

Judul dari admin

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Apa Maksudnya Setan Dibelenggu ?
  2. Benarkah Setan Dibelenggu Saat Ramadhan ?
  3. Apa Maksud Setan Dirantai ?

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Setan , Apa dan Siapa ?

  1. ai says:

    >>> http://hijab1.wordpress.com/2011/05/26/pertanyaan-manca-negara/

    ————————————————————————-

    Terima kasih infonya. Tapi sayang, tampaknya Anda tidak sempat jalan-jalan dulu di sini.

    Salam

  2. Abdul Aziz says:

    Kita sehari-hari selalu dikelilingi setan-setan itu. Bukan hanya setan yang tidak terlihat, tapi juga kita hidup dengan setan-setan yang selalu akrab dengan kita. Dan mereka terlihat dengan jelas, juga sulit kita hindari. Mudah-mudahan kita tetap dalam lindungan-Nya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s