Naik Haji dengan Tabungan Dolar


Oleh : Ahmad Gozali

Pak AG, saya punya tabungan dolar. Dari dulu, saya suka menabung dalam dolar karena menurut saya lebih menguntungkan dibandingkan rupiah. Tetapi, belakangan ini saya lihat, dolar terus merosot ya? Saya beli sekitar Rp 9.000 per dolar, sekarang sudah sekitar Rp 8.500-an.

Saya jadi takut dan bingung. Rencananya, saya ingin mengubah dolar AS yang saya simpan menjadi emas. Bagaimana menurut Bapak ?

Saat ini, simpanan saya sekitar 25 ribu dolar AS. Saya berencana memakai uang ini untuk naik haji satu keluarga sekitar tujuh tahun lagi. Sekarang, saya berusia 40 tahun, suami 44 tahun, serta anak-anak 11 dan 7 tahun.

Sebenarnya, saya dan suami sudah pernah naik haji. Cuma rasanya ingin sekali lagi dan bersama anak-anak. Tolong ya Pak?

Terima kasih banyak.

Wassalam,
Lita

Jawaban:

Nilai mata uang dolar dalam beberapa tahun terakhir ini memang terus merosot. Awalnya, ini disebabkan krisis kepercayaan terhadap ekonomi negara Amerika Serikat sebagai penerbit dolar yang mengalami krisis. Pelemahan dolar kemudian berlanjut dengan program bank sentral mereka dalam menanggulangi krisis, yaitu dengan membanjiri pasar keuangan dengan lebih banyak lagi dolar.

Tentunya, hal ini membuat mata uangnya menjadi merosot terhadap mata uang asing. Sekarang bahkan nilai dolar memang sepertinya “sengaja” dilemahkan oleh pemerintahnya sendiri untuk meningkatkan daya saing produk ekspor mereka yang menurun drastis tersaingi oleh produk-produk dari Cina.

Maka, dalam beberapa tahun ke depan, apalagi jika ekonomi Amerika belum juga pulih, sepertinya dolar sulit diharapkan untuk menguat secara signifikan. Apalagi, defisit anggaran dan utang yang ditanggung negara Amerika saat ini yang mencapai puncak tertinggi dan diprediksi baru akan menormalkan kembali anggaran mereka dalam waktu 10 tahun ke depan.

Secara fundamental, kita tidak bisa berharap nilai dolar akan menguat secara signifikan. Satu-satunya alasan kurs dolar menjadi naik hanyalah jika rupiah juga ikut melemah sehingga kurs dolar menjadi lebih mahal untuk dibeli dalam rupiah. Hal ini masih mungkin terjadi jika inflasi di Indonesia tinggi.

Kekhawatiran yang ada saat ini adalah harga pangan dan minyak yang terus naik. Namun, rasanya tidak dalam waktu dekat kita akan melihat dolar kembali perkasa terhadap rupiah.

Mengubah simpanan dolar ke dalam emas bisa jadi alternatif yang lebih menguntungkan. Jika ekonomi Amerika membaik, harga emas akan tetap naik dalam rentang yang wajar sesuai inflasi. Jika ekonomi Amerika memburuk, harga emas akan meroket naik karena harga emas internasional dipatok dalam dolar. Jika kurs rupiah melemah karena inflasi, harga emas di dalam negeri juga akan naik. Maka, apa pun yang terjadi, lebih banyak kemungkinan emas naik dibandingkan dengan dolar.

Apalagi, untuk tujuan ibadah haji. Jika menghitung biaya ibadah haji dalam rupiah, biasanya naik beberapa kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Jika dihitung dalam dolar, biayanya juga naik walaupun tidak setinggi dalam hitungan rupiah. Tapi, jika dihitung dalam nilai emas, ternyata biaya naik haji malah turun dari tahun ke tahun. Jika di tahun 1998-2000, kita perlu menyiapkan 250-300 gram untuk biaya naik haji satu orang, di tahun 2010 lalu hanya diperlukan 95 gram emas saja per orang.

Maka, jika simpanan dolar Anda sebesar 25 ribu dolar AS dikonversi menjadi simpanan emas sekitar 530 gram, Anda mungkin hanya perlu menjual tidak lebih dari 200 gram emas untuk naik haji empat orang, atau masih tersisa emas lebih dari setengahnya.

Namun, jika tetap disimpan dalam bentuk dolar, Anda mungkin harus merogoh kocek sampai 15 ribu dolar AS dan tersisa kurang dari setengahnya dari yang Anda miliki sekarang.■

* Ahmad Gozali, Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan, Jakarta

Gambar : http://www.perencanaankeuangan.com

Sumber : Perencanaan Keuangan, Republika, Sabtu 14 Mei 2011 / 10 Jumadil Akhir 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ahmad Gozali, Haji and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s