Bayi Tabung


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, adik saya sudah menikah selama beberapa tahun, namun belum punya anak. Mereka berencana mengikuti proses bayi tabung. Sang istri di kamar operasi dan suami di kamar lain untuk mengeluarkan sperma dengan cara lain. Apakah secara agama hal itu dibolehkan, terutama proses pengeluaran sperma itu? Mohon penjelasannya.

Dinda, Jakarta

Jawaban :

Bayi tabung ( athfalul anaabib ) dikenal dengan istilah pembuahan in vitro atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai in vitro fertilization. Ini adalah sebuah teknik pembuahan sel telur ( ovum ) di luar tubuh wanita. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil.

Mengeluarkan sperma pria untuk bayi tabung dengan cara onani adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam, para ulama mengistilahkannya dengan ungkapan ghayru muhtarom ( tidak terhormat ).

Sama-sama kita ketahui, Islam adalah agama yang sangat menghargai proses dalam mencapai tujuan sehingga ada kaidah ushul seperti ini ‘al-ghayah la tubarrir al-wasilah’ (untuk mencapai tujuan tidak boleh menghalalkan segala cara).

Salah satu bencana terbesar akibat kemunduran dan dimundurkannya Islam adalah bangkitnya ‘jahiliyah modern’ dalam bidang sains sehingga muncul prinsip ‘the end justifies the means’ ( tujuan dapat menghalalkan segala cara ), prinsip rumusan Niccolo Machiaveli dalam karyanya The Prince ( abad ke-16 ) menjadi pijakan para ilmuwan Barat dan kalangan praktisi serta akademisi medis Indonesia saat ini.

Sebenarnya ada jalan mengeluarkan sperma dengan cara ‘muhtarom’ ( terhormat ) bagi pria, misalnya dengan menggunakan teknik ‘coitus interuptus’ ( senggama terputus ) beberapa saat sebelum istri dioperasi dan istri pun hendaknya mandi junub sebelum dioperasi.

Tak dapat dimungkiri, proses terhormat menuju pembuahan / fertilisasi akan memengaruhi karakter janin. Karena itu, Allah azza wa jalla melarang hamba-Nya mendekati zina.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” ( QS al-A’raf [7] : 32 ).

Rasulullah SAW pun menegaskan, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang baik pula.” ( HR Muslim – 1686 ) . Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 10 Februari  2011 / 7 Rabiul Awal 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bayi Tabung

  1. Nasi Goreng says:

    siapa saja bisa menentukan jenis kelamin dan bukan HANYA monopoli Allah saja , ada pentingnya anda tahu tentang Kromosom XX dan Kromosom XY, juga pengetahuan tetang Bayi Tabung. Juga baca Quran surah Luqman:34

    Sebelum Embryo di taruh di dalam rahim calon ibu sudah bisa di tentukan jenis kelaminnya, karena sperma bisa di teliti kromosomnya sebelum menbuahi sel telur dari calon Ibu. Contohnya Jika Sperma yang mengandung Kromosom Y membuahi Sel telur si calon ibu yang berkromosom X maka akan menjadi Laki-Laki, dst-nya (ini yg disebut EMBRYO). Jadi sebelum EMBRYO di taruh di dalam Rahim Calon Ibu maka Kelamin sudah dapat di tebak/ditentukan oleh si dokter kandungan, nggak perlu USG 4 dimensi segala. Silahkan bagi yang belum punya keturunan untuk ikut Program Bayi tabung, soal jenis kelamin bisa di ORDER dimuka.

    Maklum di Zaman Quran di turunkan, Teknologi bayi tabung belum di temukan.

    Inilah satu bukti bahwa Allah Ta’ala tidaklah Maha Tahu kalau setelah 1400 tahun setelah Quran di Turunkan siapa saja bisa tahu jenis kelamin Embryo/Janin dengan atau tanpa USG 4 Dimensi, juga bayi tabung.

    Lagian semua buku tafsir tentang ayat tersebut lebih mengupas ttg jenis kelamin Janin. Silahkan cari sendiri buku tafsir

    Jadi jika satu saja ayat Quran tidak Valid sampai akhir zaman nanti, apakah anda berani murtad ????

    Syukron

    ———————————————–

    Terima kasih uraian singkatnya, tapi tampaknya Anda tidak cermat membaca penjelasan Ustadz Bachtiar Nasir di atas. Sebaiknya Anda menulis lebih lengkap dalam bentuk buku. Judulnya, seperti yang Anda tulis dalam komentar di atas, “Allah Ta’ala tidaklah Maha Tahu”, atau “ayat Quran tidak Valid”, pasti menarik.

    Terima kasih.

  2. Allah SWT says:

    Ane sudah turunkan Quran Surah Luqman:34 kepada Nabi Ane, jadi “HANYA ANE yang mengetahui segala sesuatu yang ada dalam Rahim” ?

    “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya pengetahuan tentang hari kiamat; Dia pulalah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui segala sesuatu yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa-apa yang akan dia usahakan besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui bumi tempat dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [Luqman: 34]

    Maaf, ANE tidak tahu kalau sekarang Manusia juga bisa tahu jenis kelamin janin yang ada dalam rahim..hehehehe….Kalau dulu yang bisa tahu cuman Ane saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s