Riya’ kepada Allah


Oleh : M Quraish Shihab

Bolehkah kita riya’ kepada Allah ? Misalnya kita melakukan satu hal dengan harapan Allah menolong kita dalam hal yang lain. Apakah itu bisa disebut ikhlas ?

Endah Manis

Jawaban :

Riya’ adalah melakukan suatu perbuatan dengan niat melibatkan selain dari Allah dalam dorongan dan motivasi amal itu. Ikhlas adalah upaya sungguh-sungguh untuk mengikis habis segala dorongan dan motivasi yang ditujukan kepada selain Allah sehingga apa yang dilakukan murni karena Allah.

Melakukan sesuatu amalan dengan harapan agar Allah menolong kita atau memberi kita sesuatu yang diharapkan, tidaklah termasuk riya’, selama amalan itu tidak ditujukan kepada selain Allh SWT.

Jika Anda beribadah untuk mendapat surga-Nya atau selamat dari neraka-Nya, maka itu bukan berarti Anda riya’, karena Allah sendiri memotivasi kita bertaqwa antara lain untuk memperoleh surga dan menjauhi neraka-Nya. Demikian juga Allah memperintahkan kita untuk berdoa secara tulus kepada-Nya untuk memperoleh apa yang kita harapkan.

Demikian Wa Allah A’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 2 April 2004, /  12  Shafar 1425

Gambar : http://www.anvari.org

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s