Menggadaikan Barang yang Belum Ada


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah boleh kita menggadaikan barang yang belum ada, misalnya, ada seorang petani menggadaikan buah rambutan pada waktu belum panen, namun dia akan memberikannya saat panen? Lantas, apakah hukum jual beli budak dengan cara gadai? Terima kasih.

Fanjiens Aufan

Jawaban :

Akad pegadaian ialah suatu akad yang berupa penahanan suatu barang sebagai jaminan atas suatu piutang. Hukum gadai tidak wajib, karena penahanan barang ini bertujuan agar pemberi piutang merasa aman atas haknya. Dengan demikian, barang yang ditahan haruslah memilki nilai jual, agar pemberi piutang dapat menjual barang gadaian apabila orang yang berutang tidak mampu melunasi piutangnya pada tempo yang telah disepakati.

Adapun menggadaikan yang belum ada, seperti yang Anda misalkan, maka akad gadainya batal karena barang tersebut masih belum ada nilainya. Ulama Syafiiyyah dan Hanabilah menyatakan, ”Bahwa, apa pun yang bisa dijual itu bisa digadaikan.” ( Al-Mausuah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Darus Salasil, cetakan 2, juz 23, hal. 180 ). Sedangkan Rasulullah SAW melarang jual beli buah-buahan hingga tampak kepastiannya menjadi buah. ( Muttafaq  ‘Alaih ).

Jika yang dimaksud dengan jual-beli budak dengan cara gadai adalah menjual budak yang dijadikan sebagai barang gadaian yang dilakukan ketika jatuh tempo dan digunakan sebagai pembayaran utang ( pembayaran sesuai dengan nilai utang, jika penjualan budak masih berlebih dari nilai utang maka harus dikembaikan kepada orang yang menggadaikan ) , maka hal itulah yang dimaksudkan dalam akad pegadaian.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 4 Februari  2011 / 1 Rabiul Awal 1432

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Muamalah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menggadaikan Barang yang Belum Ada

  1. Pengertian batal itu seperti apa pak ustad, apakah haram? atau bagaimana? Soalnya di kampung saya banyak yang menggadaikan pohon buah2an sampai beberapa kali panen/musim. Hasil panen diambil oleh yang punya piutang sedangkan jumlah piutangnya tetap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s