Izin Orang Tua dalam Jihad


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir
Ustadz, saya seorang Muslim yang ingin pergi berjihad untuk membela hak-hak umat Islam. Namun, kedua orang tua saya tidak mengizinkan saya pergi ke medan laga. Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh pergi berjihad tanpa izin orang tua? ( Opay ).

Jawaban :

Masya Allah, beruntunglah pemuda yang dianugerahi keinginan untuk berjihad di jalan Allah. ‘Abdullah bin Mas’ud RA berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama? Beliau menjawab, shalat pada waktunya. Kemudian, aku tanyakan lagi, kemudian apa? Beliau menjawab, berbakti kepada kedua orang tua. Lalu, aku tanyakan lagi, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, jihad di jalan Allah. Maka, aku berhenti menanyakannya lagi kepada Rasulullah SAW. Seandainya aku tambah terus pertanyaan, beliau pasti akan menambah jawabannya kepadaku.”

Kewajiban jihad terbagi dua, yakni fardu ain dan fardu kifayah. Ketika kewajiban jihad bersifat fardu ain, izin orang tua tidak diwajibkan. Namun, ketika kewajiban jihad dalam status fardu kifayah, izin orang tua menjadi wajib sebagaimana ditetapkan Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dalam shahihain, dari Abdullah bin Amru, “Ada seseorang datang menemui Nabi SAW meminta izin untuk ikut berjihad. Lalu, beliau bertanya, Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Dia menjawab, ya. Beliau pun bersabda, berjihad engkau dengan ( berbakti ) kepada keduanyalah.” (Muttafaq ‘alaih ).

Ash-Shan’ani mengatakan, “Jumhur ( mayoritas ulama ) berpendapat, seorang anak diharamkan berjihad apabila kedua orang tuanya atau salah satunya melarangnya dengan syarat keduanya adalah Muslim. Sebab, berbakti kepada kedua orang tua adalah fardu ain, sedangkan jihad adalah fardu kifayah. Maka, apabila jihad menjadi fardu ain, tidak perlu meminta izin. Jika dikatakan, ‘Berbakti kepada kedua orang tua juga fardu ain dan jihad dalam kondisi fardu ain juga, maka keduanya sama. Jika demikian, lalu apa alasan diutamakannya jihad?’ Maka, Aku katakan, ‘Karena kemaslahatan jihad lebih umum / luas sebab untuk menjaga agama Allah dan membela kaum Muslimin, maka maslahatnya yang lebih lebih luas didahulukan daripada selainnya’.”

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 17 Januari 2011 / 12 Shafar 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Jihad and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Izin Orang Tua dalam Jihad

  1. guelooh says:

    sebaiknya ikuti apa kata rasul, jgn memutar balikan haditz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s