Dalil Seputar Azan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, mohon penjelasan perihal azan, yang dikumandangkan pada beberapa kesempatan tertentu. Yaitu, di telinga bayi yang baru lahir, di liang lahat saat peletakan jenazah, dan di depan rumah seseorang yang hendak berangkat haji. Adakah dalil atau hadis yang menguatkan kegiatan tersebut? ( Nur Aini, Tangerang ).

Jawaban :

Syariat azan termasuk perkara tauqify ( tidak boleh ditambah dan dikurangi redaksinya ), begitu pula mengumandangkannya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Berikut beberapa jawaban yang dapat saya berikan:

1. Azan di telinga bayi yang baru lahir adalah ibadah yang disunahkan dalam syariat Islam dan dalilnya adalah hadis shahih. Abu Rafi berkata, “Aku melihat Nabi SAW azan di telinga Hasan ketika dilahirkan Fatimah.” ( HR Tirmidzi )

2. Tidak ada syariat azan saat peletakan jenazah di liang lahat. Kalaupun ada yang mengerjakan, tidak didasari hadis yang shahih, dan yang dianjurkan adalah bacaan ‘Bismillah wa ‘ala sunnati Rasulillah.’ ( HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah )

3. Begitu juga azan sebelum berangkat haji, tidak ada tuntunan syariatnya. Yang disunahkah sebelum seorang musafir bepergian adalah shalat sunah safar dua rakaat. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba meninggalkan untuk keluarganya sesuatu yang lebih baik daripada dua rakaat di sisi mereka ketika hendak bepergian.” ( HR Ibnu Abi Syaibah )

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 14 Januari 2011 / 9 Shafar 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Dalil Seputar Azan

  1. ada yg mengatakan bahwa dalil mengadzankan di telinga bayi yg baru lahir hadist nya lemah ustadz bagaimana secara hukum nya nya ustadz trmksh…

    —————————————————

    Dalam menilai sebuah hadits, para ulama hadits sering berbeda pendapat, yang menilai dhaif atau bahkan maudhu dengan alasan-alasan tertentu yang menurutnya paling tepat. Demikian juga sebaliknya, yang menilai shahih, tentu dengan alasan-alasan yang dianggap kuat oleh ulama yang bersangkutan.

    Tentang azan di telina bayi , pada poin 1 di atas, Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan, “Azan di telinga bayi yang baru lahir adalah ibadah yang disunahkan dalam syariat Islam dan dalilnya adalah hadis shahih. Abu Rafi berkata, “Aku melihat Nabi SAW azan di telinga Hasan ketika dilahirkan Fatimah.” ( HR Tirmidzi )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s