Qadha Puasa Karena Hamil


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, pada Ramadhan lalu ( 2010 ) saya punya utang puasa sembilan hari. Usai Idul Fitri, saya bermaksud mengganti utang puasa itu. Baru mendapatkan satu hari, saya dinyatakan positif hamil. Saat itu, saya sebenarnya mencoba untuk terus berpuasa, tapi kondisi saya kurang fit untuk berpuasa.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan utang puasa saya yang masih delapan hari? Apakah harus dibayar dengan berpuasa atau boleh dengan membayar fidyah? Kalau dengan fidyah, bagaimana ketentuan membayar fidyah tersebut?

( Wati , Yogyakarta ) .

Jawaban :

Alhamdulillah, semoga Allah memberkahi niat tulus dan upaya membayar utang puasanya, dan semoga menjadi kehamilan yang dirahmati Allah.

Apabila masih punya kesempatan dan kekuatan meng-qadha puasa, lunasi sisa utang puasanya. Namun, jika kehamilan disertai rasa sakit saat berusaha keras meng-qadha puasa, maka menurut mayoritas ulama ( jumhur ), wajib membayar fidyah saja.

Adapun ukuran fidyah yang harus dibayarkan terdapat pada ayat berikut, “(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ), ( wajiblah baginya berpuasa ) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan, wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya ( jika mereka tidak berpuasa ) membayar fidyah, ( yaitu ) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan –- maksudnya memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari — itulah yang lebih baik baginya. Berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui ( QS Al-Baqarah [2]: 184 ).

Pembayaran dapat diberikan kepada satu orang miskin atau ke beberapa orang miskin. Pemberian makan sebaiknya dengan ukuran yang kita konsumsi sehari-hari.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 13 Januari 2011 / 8 Shafar 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mengganti Puasa Wanita Hamil
  2. Perbedaan Fidyah dengan Kifarat dan Dam
  3. Bolehkah Wanita Menyusui Berpuasa
  4. Fidyah dalam Bentuk Modal Kerja
  5. Fidyah kepada Anak Kandung
  6. Utang Puasa Wanita Menyusui
  7. Puasa atau Memberi ASI

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Puasa and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s