Jihad Melawan Mafioso


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana cara berjihad melawan mafioso kejahatan di negeri ini? Mereka menguasai hampir seluruh institusi dan semua dibuat tak berkutik. Dalam hal ini, kita sebaiknya tetap fokus pada dakwah, pendidikan, dan sebagainya yang kita kelola dan tidak mengusik bisnis mereka, ataukah melawan sebagaimana Nabi Musa AS melawan Firaun? Terima kasih atas jawaban Ustadz. ( Imron Khazim Marna Putra , Jatibening Baru, Bekasi ).

Jawaban :

Memerangi kemungkaran adalah kewajiban setiap individu mukmin. Apalagi dengan kondisi Indonesia saat ini, yang sedang membutuhkan kerja keras dan cerdas serta kompak dalam menghadapi kejahatan sistematis dan terorganisasi, baik yang datang dari luar maupun dari internal bangsa Indonesia sendiri.

Rasulullah SAW pernah bersabda terkait kewajiban untuk memerangi kemungkaran. “Dari Abu Said al-Khudri, dia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah bersabda, siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya ( mencegahnya ) dengan tangannya ( kekuasannya ). Jika dia tidak sanggup, dengan lisannya (menasihatinya), dan jika tidak sanggup juga, dengan hatinya ( merasa tidak senang dan tidak setuju ), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman’.” ( HR Muslim ).

Menghadapi mafioso di negara kita, ada dua pekerjaan yang mendesak kita kerjakan saat ini:

Pertama, menyusun strategi dan kekuatan yang bersifat jangka panjang dalam memberantas akar persoalan agar tidak seperti sekarang ini yang terkesan jalan di tempat. Misalnya:

  • Kepemimpinan yang tak solid, bahkan saling menyakiti di antara mereka disebabkan keengganan para pemimpin berhukum dengan hukum Allah dan Rasul-Nya.
  • Rapuhnya kedaulatan politik, ekonomi, dan hukum karena mayoritas penduduknya terbiasa melanggar perjanjian dengan Allah SWT dan Rasul-Nya.
  • Kemiskinan dan paceklik disebabkan oleh lemahnya kesadaran berzakat dan berinfak,  ditambah kebiasaan mengurangi timbangan dan takaran. Di sisi lain, rakyat dicekik dengan aturan pajak yang sangat serius ditegakkan.

Kedua, melakukan gerakan amar makruf nahi mungkar jangka pendek agar kejahatan tidak terus menjalar dan semakin menancapkan akarnya, terutama pada empat persoalan utama, yakni hukum, politik, ekonomi, dan moral.

Berjihad mengeluarkan Indonesia dari krisis multidimensi bukan dengan kata ‘demokrasi liberal’ seperti yang sedang berlangsung sekarang ini. Satu hal yang harus jadi pegangan bagi semua elemen bangsa adalah ‘Kita Bisa, Jika Ditolong Allah’. Maka, segera lakukan hal-hal yang mendatangkan pertolongan Allah SWT. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 20 Januari 2011 / 15 Shafar 1432

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Jihad and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s