Anugerah Rahmat Allah untuk Seluruh Umat


Oleh : M Quraish Shihab

Bapak Quraish, saya ingin memastikan apa yang sering saya dengarkan dalam dakwah-dakwah yang saya ikuti. Bahwa dalam suatu kesempatan saya sering kali mendengar dari para ulama yang menyebutkan bahwa ada semacam pembabakan dalam Ramadhan. Disebutkan bahwa sepuluh hari pertama disebut sebagai rahmat, memasuki sepuluh hari kedua disebut berkah, dan pada sepuluh hari ketiga disebut maghfirah ?   ( Irianto, Bekasi ).

Jawaban :

Saya tidak mengetahui apa dasar pembabakan yang Anda sebut itu, yakni rahmat, berkah, dan maghfirah. Yang saya ketahui adalah riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi SAW, Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi berkhutbah pada akhir Jumat bulan Sya’ban dan antara lain menyatakan bahwa “Bulan Ramadhan awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfirah, pengampunan, dan akhirnya adalah keterbebasan dari neraka.”

Hadis ini diperselisihkan nilai kesahihan adanya, meski demikian, pembabakan itu sangat wajar. Ini mengisyaratkan adanya proses peningktan ketakwaan secara berkesinambungan dari mereka yang berpuasa, sehingga menghasilkan ganjaran yang juga meningkat.

Awal ganjaran adalah rahmat khusus, tetapi boleh jadi rahmat ini masih sangat terbatas.

Seperti diketahui, Allah menganugerahkan rahmat bagi seluruh yang hidup di dunia ini, walau binatang dan orang kafir, sehingga boleh jadi rahmat yang dimaksud di sini adalah rahmat khusus, yang belum terlalu istimewa..

Jika yang berpuasa meningkatkan amal-amalnya sesuai dengan peningkatan hari-hari puasa, maka diharapkan ia memperoleh sesuatu yang lebih tinggi nilainya dari rahmat khusus itu, yakni pengampunan Allah SWT. Selanjutnya, jika yang bersangkutan masih terus meningkatkan amal-amal salehnya, maka pada akhir Ramadhan, ia akan memperoleh puncak anugerah yakni keterbebasan dari api neraka.

Dan, untuk diingat, bahwa Allah berfirman: Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung ( QS Ali Imran [3] : 185 ).

Demikian pembabakan itu mencapai puncaknya dengan masuk ke surga, yang merupakan wewenang dan anugerah Allah semata-mata.

Wa Allah a’lam

Sumber : Interaktif , Lembaran Khusus Ramadhan 1424, Media Indonesia, Senin, 3 November 2003

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in M.Quraish Shihab, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Anugerah Rahmat Allah untuk Seluruh Umat

  1. rizky rian saputra says:

    ass..bp,saya butuh penjelasan dri bp tentang hri nisfu sya’ban thn 2011,.apakah tgl 15july ini sudah boleh puasa nisfu sya’ban?

    ———————————————-

    Wa’alaikumussalam.
    Kapan nisfu Sya’ban ? Tentu kita dapat mengikuti pendapat para ulama yang terpercaya. Tapi, sebelumnya Anda perlu baca dulu :

    1. Nisfu Syaban
    2. Shalat Malam Nishfu Syaban, Adakah ?
    3. Puasa Sunnah Pasca Nishfu Sya’ban
    4. Keutamaan Bulan Sya’ban yang Sering Terlupakan
    5. Berapa Lama Puasa Sunnah Sya’ban ?

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s