<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jalan Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://jalmilaip.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jalmilaip.wordpress.com</link>
	<description>Menelusuri Jalan untuk Meraih Ridha dan Kasih-Nya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 17:12:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jalmilaip.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jalan Kehidupan</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jalmilaip.wordpress.com/osd.xml" title="Jalan Kehidupan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jalmilaip.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sumpah Ghamus</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/sumpah-ghamus/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/sumpah-ghamus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 17:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[dosa besar]]></category>
		<category><![CDATA[dusta]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian palsu]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi agama]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah ghamus]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah palsu]]></category>
		<category><![CDATA[tobat nasuha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4869</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir Belakangan ini ada fenomena kesaksian palsu para koruptor di dalam persidangan, ada yang berpura-pura lupa di depan hakim, ada yang menjadi tumbal demi atasan dan kelompoknya, yang jelas semuanya bertujuan mendapatkan harta orang lain atau &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/sumpah-ghamus/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4869&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ustadz Bachtiar Nasir</strong></p>
<p>Belakangan ini ada fenomena kesaksian palsu para koruptor di dalam persidangan, ada yang berpura-pura lupa di depan hakim, ada yang menjadi tumbal demi atasan dan kelompoknya, yang jelas semuanya bertujuan mendapatkan harta orang lain atau aset negara. Pertanyaan saya, apa ini yang disebut sumpah <em>ghamus</em>? Mohon penjelasannya. <em>Jazakallah.</em></p>
<p><strong>Hamba Allah</strong>, Jakarta</p>
<p><span id="more-4869"></span></p>
<p><strong>Jawaban : </strong></p>
<p>Sumpah <em>ghamus</em> ( sumpah palsu ) adalah bersumpah atas nama Allah tentang peristiwa yang telah berlalu dengan sengaja berdusta karena ingin mendapatkan harta dengan cara yang tidak benar, misalnya berpura-pura lupa di persidangan karena takut harta orang lain atau milik negara yang ada di tangannya bakal hilang, atau bersumpah tidak kenal seseorang yang sebenarnya dia kenal, atau pernah berjumpa, tapi mengaku tidak pernah berjumpa, dan lainnya.</p>
<p>Dari Abdullah bin Amru mengatakan, seorang Arab Badui menemui Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dianggap dosa-dosa besar itu?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah.” “Selanjutnya apa?” “Mendurhakai orang tua dan sumpah <em>ghamus</em>.” Kami bertanya, “Apa makna <em>ghamus</em>?” Rasul menjawab, “Maknanya sumpah palsu, dusta, yang karena sumpahnya ia bisa menguasai harta seorang Muslim, padahal sumpahnya bohong.”</p>
<p>Bersumpah palsu karena ingin mendapatkan atau mempertahankan harta yang bukan haknya adalah dosa besar ( <em>minal kaba’ir</em> ). ( QS Ali Imran: 77 ). Pelaku sumpah <em>ghamus</em> akan disiksa di neraka dan diharamkan surga untuknya walau dalam perkara sepele. “Barang siapa yang mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya ( yang dusta ), Allah mewajibkan neraka untuknya, dan mengharamkan surga atasnya.” Ada seorang laki-laki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun itu sesuatu yang sepele?” Beliau menjawab, “Meskipun itu hanya ( mengambil ) kayu siwak.” ( HR Muslim ).</p>
<p>Sumpah <em>ghamus</em> termasuk dalam kategori dosa besar karena kesaksian palsu merupakan suatu kejahatan besar yang mempunyai kerusakan besar dalam masyarakat. Kesaksian palsu akan menyebabkan pembunuhan, perampokan harta, dan penistaan kehormatan orang lain.</p>
<p>Juga akan menyebabkan menyebarnya rasa sakit hati, dendam, iri dan dengki, saling curiga, dan saling tidak mempercayai di antara anggota masyarakat, karena akan menghilangkan hak-hak orang lain. ( QS Al-Baqarah [2] : 283 ).</p>
<p>Jika seseorang melakukan kesaksian palsu, berarti dia telah melakukan dosa besar yang tidak akan diampuni Allah SWT, kecuali bertobat nasuha. Dan, jika ada harta haram yang diambilnya berdasarkan kesaksian itu, dikembalikan kepada yang berhak. <em>Wallahu a’lam</em> ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi Agama</em>, <strong>Republika</strong>, Rabu, 22 Februari 2012 / 29 Rabiul Awal 1433 H</p>
<p align="center"><strong>ΩΩΩ</strong><strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/akhlak/'>Akhlak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/bachtiar-nasir/'>Bachtiar Nasir</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/fiqih/'>Fiqih</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/akhlak-2/'>akhlak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/dosa-besar/'>dosa besar</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/dusta/'>dusta</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/kesaksian-palsu/'>kesaksian palsu</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/konsultasi-agama/'>konsultasi agama</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/sumpah/'>sumpah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/sumpah-ghamus/'>sumpah ghamus</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/sumpah-palsu/'>sumpah palsu</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/tobat-nasuha/'>tobat nasuha</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4869&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/sumpah-ghamus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suara Wanita Aurat ?</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/suara-wanita-aurat/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/suara-wanita-aurat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 17:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ibdalsyah]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[suara wanita]]></category>
		<category><![CDATA[syahwat]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4866</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Ibdalsyah Ustadz bagaimana hukum pria mendengar suara wanita ? Apakah suara termasuk aurat bagi wanita ? Ahmad, Ciputat, Tangerang Selatan Jawaban : Ketika terjadi dialog antara lelaki dan wanita tentu si wanita harus mengeluarkan suaranya, jadi suara &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/suara-wanita-aurat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4866&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ustadz Ibdalsyah</strong></p>
<p>Ustadz bagaimana hukum pria mendengar suara wanita ? Apakah suara termasuk aurat bagi wanita ?</p>
<p><strong>Ahmad,</strong> Ciputat, Tangerang Selatan<br />
<span id="more-4866"></span></p>
<p><strong>Jawaban</strong><strong> :</strong></p>
<p>Ketika terjadi dialog antara lelaki dan wanita tentu si wanita harus mengeluarkan suaranya, jadi suara harus dikeluarkan bagi seorang wanita yang ingin berbicara, jadi pria boleh bahkan mesti mendengarkan suara wanita dalam berkomunikasi.</p>
<p>Yang dilarang dalam agama adalah suara wanita yang dapat membangkitkan syahwat lelaki, desahan-desahan yang  membawa kepada birahi, atau nyanyian-nyanyian yang mengarah kepada nafsu syahwat ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi </em><em>Fiqih</em>, <strong>Mingguan Syariah</strong>, Edisi 3 Tahun II &#8212; Jumat, 26 Shafar – 3 Rabiul Awal 1433 H / 20 – 27 Januari 2012</p>
<ul>
<li><strong>Dr H  Ibdalsyah, MA</strong> – Dosen Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, Jawa Barat</li>
</ul>
<p align="center">  <strong>ΩΩΩ</strong><strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/akhlak/'>Akhlak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/ibdalsyah/'>Ibdalsyah</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/akhlak-2/'>akhlak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/aurat/'>aurat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/fiqih-2/'>fiqih</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/lelaki/'>lelaki</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/suara-wanita/'>suara wanita</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/syahwat/'>syahwat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/wanita/'>wanita</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4866/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4866&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/24/suara-wanita-aurat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikahi Wanita Hamil</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/23/menikahi-wanita-hamil/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/23/menikahi-wanita-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 11:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ibdalsyah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[iddah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4860</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Ibdalsyah Ustadz bagaimana hukum menikah dalam keadaan hamil ? Jika tidak sah haruskah menikah lagi setelah melahirkan ? Junaidi , Jakarta Timur Jawaban : Menikah bagi wanita mestilah rahimnya kosong dari janin, maka masa menunggu atau ‘iddah’ &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/23/menikahi-wanita-hamil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4860&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ustadz Ibdalsyah</strong></p>
<p><a href="http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/02/ustad-ibdal-rev-1622wib1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-4862" title="ustad ibdal rev 1622WIB" src="http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/02/ustad-ibdal-rev-1622wib1.jpg?w=190&#038;h=157" alt="" width="190" height="157" /></a>Ustadz bagaimana hukum menikah dalam keadaan hamil ? Jika tidak sah haruskah menikah lagi setelah melahirkan ?</p>
<p><strong>Junaidi </strong>, Jakarta Timur<br />
<span id="more-4860"></span></p>
<p><strong>Jawaban</strong><strong> :</strong></p>
<p>Menikah bagi wanita mestilah rahimnya kosong dari janin, maka masa menunggu atau ‘iddah’ bagi wanita hamil yang disebabkan kematian suami atau yang bercerai adalah sampai anak itu lahir.</p>
<p>Tapi dalam kehidupan ada seorang wanita hamil di luar nikah lalu dinikahkan dengan lelaki yang menghamilinya, apakah sah pernikahannya ? Dalam hal ini ada dua pendapat, pertama Imam Malik tidak membolehkan, sedangkan Imam Syafii dan Imam Abu Hanifah membolehkannya, apabila dia menikah dengan lelaki yang bukan menghamilinya maka nikahnya tetap sah tetapi dia tidak boleh bergaul suami istri sampai anak itu lahir.</p>
<p>Ada hadis, Rasulullah SAW mengatakan,”Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menanam airnya pada tanaman orang lain.” ( HR Abu Daud ) ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi </em><em>Fiqih</em>, <strong>Mingguan Syariah</strong>, Edisi 3 Tahun II &#8212; Jumat, 26 Shafar – 3 Rabiul Awal 1433 H / 20 – 27 Januari 2012</p>
<ul>
<li><strong>Dr H  Ibdalsyah, MA</strong> – Dosen Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, Jawa Barat</li>
<li><strong>Gambar</strong> : http://www.mubarakah.com</li>
</ul>
<p align="center"> <strong>ΩΩΩ</strong></p>
<p><strong>Entri Terkait : </strong></p>
<ul>
<li><a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2011/06/18/menghindari-zina/">Menghindari Zina</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2011/06/18/wali-dari-anak-hasil-zina/">Wali dari Anak Hasil Zina</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/menunda-hubungan-suami-istri/">Menunda Hubungan Suami Istri</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2012/02/13/wali-nikah-bagi-anak-zinah/">Wali Nikah Bagi Anak Zinah</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2012/02/13/dilamar-orang-jarang-shalat/">Dilamar Orang Jarang Shalat</a></li>
<li><a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/12/nikah-sirri/">Nikah Sirri</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2012/01/23/hukum-kawin-penzina/">Hukum Kawin Penzina</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2012/01/20/hikmah-diharamkannya-zina/">Hikmah Diharamkannya Zina</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2011/12/23/nikah-dengan-niat-talak/">Nikah dengan Niat Talak</a></li>
<li><a href="//jalmilaip.wordpress.com/2011/09/16/bolehkah-menikahi-anak-paman/">Bolehkah Menikahi Anak Paman ?</a></li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/ibdalsyah/'>Ibdalsyah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/keluarga/'>Keluarga</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/pernikahan/'>Pernikahan</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/fiqih-2/'>fiqih</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/iddah/'>iddah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/nikah/'>nikah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/wanita-hamil/'>wanita hamil</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4860/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4860/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4860&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/23/menikahi-wanita-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/02/ustad-ibdal-rev-1622wib1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ustad ibdal rev 1622WIB</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunda Hubungan Suami Istri</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/menunda-hubungan-suami-istri/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/menunda-hubungan-suami-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 10:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya permisif]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi agama]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga kesucian]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[takut menikah]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4853</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir Ustadz, ada seorang Muslim dan Muslimah yang saling suka, kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Tapi, mereka berdua atau tepatnya si pria masih kuliah sehingga belum memiliki harta yang cukup untuk menafkahi istrinya. Karena itu, mereka &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/menunda-hubungan-suami-istri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4853&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ustadz Bachtiar Nasir</strong></p>
<p><a href="http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/02/08_02_2012_012_026_004.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4858" title="08_02_2012_012_026_004" src="http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/02/08_02_2012_012_026_004.jpg?w=640" alt=""   /></a>Ustadz, ada seorang Muslim dan Muslimah yang saling suka, kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Tapi, mereka berdua atau tepatnya si pria masih kuliah sehingga belum memiliki harta yang cukup untuk menafkahi istrinya. Karena itu, mereka sepakat untuk menunda berhubungan suami istri sampai kondisi finansial mereka dapat mencukupi kehidupan keluaraga mereka. Yang ingin saya tanyakan, apakah hal itu dibolehkan dalam Islam, Ustadz?</p>
<p><strong>Hamba Allah</strong>, Jakarta</p>
<p><span id="more-4853"></span></p>
<p><strong>Jawaban : </strong></p>
<p>Nikah secara bahasa berarti `himpunan&#8217; ( <em>adh-dham</em> ), kumpulan ( <em>al-jam&#8217;u</em> ), atau hubungan intim ( <em>al-wath&#8217;u</em> ). Secara konotatif, kata nikah merujuk makna hubungan intim. Secara syar&#8217;i, nikah adalah akad yang membolehkan hubungan intim dengan menggunakan kata “menikahkan“,  “mengawinkan“,  atau terjemah keduanya.</p>
<p>Pada dasarnya, nikah tidak dianjurkan bagi orang yang tidak mempunyai biaya. Seperti firman Allah yang artinya, “Orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.“ ( QS An-Nur [24] : 23 ).</p>
<p>Sebagai solusinya, pemuda yang belum sanggup tersebut harus menahan diri dari maksiat dengan berpuasa dan bekerja keras mencari nafkah. Rasulullah bersabda, “Hai para pemuda, siapa di antara kalian telah mampu <em>jima&#8217;</em> dan telah sanggup memberi biaya nafkah dan nikah hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih aman bagi mata dan lebih menjaga kemaluan. Dan, barang siapa tidak mampu, hendaklah dia berpuasa karena puasa adalah pelindung.“</p>
<p>Di sinilah peran besar wali, keluarga besar, lembaga zakat atau dermawan Muslim dalam membantu masalah sosial di sekitarnya, sebagaimana diperintahkan Allah SWT, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan, Allah Maha luas ( pemberian-Nya ) lagi Maha Mengetahui.“ ( QS Al-Nur [24] : 32 ).</p>
<p>Di tengah budaya permisif berpacaran seperti zaman sekarang ini, banyak pemuda yang berani berzina, tapi takut menikah. Maka, jika ada pemuda menikah karena takut berzina dan menahan diri untuk tidak berhubungan suami istri sampai dimampukan Allah maka hal ini dapat dibenarkan. Dalam ayat di atas, Allah juga menegaskan bahwa pernikahan merupakan salah satu dari sebab dibukanya pintu rezeki bagi hamba-Nya.</p>
<p>Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung makna bahwa kita tidak boleh takut menikah karena miskin. Allah SWT sudah menegaskan bahwa jika miskin, maka Dia akan mencukupi dengan nikmat-Nya. Ini janji Allah SWT. Kepada mereka yang menikah karena mencari ridha Allah dan takut jatuh ke dalam kemaksiatan, Ibnu Mas&#8217;ud mengatakan, “Carilah kecukupan dalam pernikahan.“ Kemudian, beliau membacakan ayat di atas. Umar bin Khattab juga menegaskan, “Saya heran dengan orang yang tidak mencari kecukupan dalam pernikahan sedangkan Allah sudah menjelaskan bahwa jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.“</p>
<p>Rasulullah SAW juga menjelaskan dalam hadisnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga kelompok yang berhak mendapat pertolongan Allah adalah mujahid di jalan Allah, budak yang ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, dan orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian ( dari zina ).“ ( HR Tirmizi, al-Nasa`i dan Ibnu Majah ).</p>
<p>Tapi, jika yang dimaksudkan adalah kesepakatan antara mereka untuk tidak berhubungan suami istri supaya tidak mendapatkan anak karena takut tidak mampu membiayainya, maka hal itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim yang yakin akan pertolongan Allah SWT. Karena hal itu bertentangan dengan sifat tawakal kepada Allah SWT dan menyerupai kaum jahiliah dahulu yang membunuh anak-anak mereka karena takut miskin ( QS Al-Isra` [17] : 13 ). Hal itu juga berlawanan dengan tujuan pernikahan dalam Islam, di antaranya yaitu mendapatkan keturunan yang insya Allah menjadi anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya. <em>Wallahu a&#8217;lam bish shawab ■</em></p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi Agama</em>, <strong>Republika</strong>, Selasa, 21 Februari 2012 / 28 Rabiul Awal 1433</p>
<p align="center"><strong>ΩΩΩ</strong><strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/bachtiar-nasir/'>Bachtiar Nasir</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/keluarga/'>Keluarga</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/pernikahan/'>Pernikahan</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/budaya-permisif/'>budaya permisif</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/kawin/'>kawin</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/keluarga-2/'>keluarga</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/konsultasi-agama/'>konsultasi agama</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/maksiat/'>maksiat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/menjaga-kesucian/'>menjaga kesucian</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/nikah/'>nikah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/takut-menikah/'>takut menikah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/zina/'>zina</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4853&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/menunda-hubungan-suami-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/02/08_02_2012_012_026_004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">08_02_2012_012_026_004</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wasiat dalam Waris</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/wasiat-dalam-waris/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/wasiat-dalam-waris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 09:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[ahli waris]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[ashobah]]></category>
		<category><![CDATA[kalalah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi agama]]></category>
		<category><![CDATA[pewaris]]></category>
		<category><![CDATA[waris]]></category>
		<category><![CDATA[wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4849</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir 1. Kami pernah membaca fatwa ulama Timur Tengah yang menyatakan, tidak ada wasiat dalam hukum waris karena dalam Islam sudah diatur. 2. Bagaimana hukum waris Islam jika orang yang meninggal tidak memiliki anak, tapi saat &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/wasiat-dalam-waris/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4849&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ustadz Bachtiar Nasir</strong></p>
<p>1. Kami pernah membaca fatwa ulama Timur Tengah yang menyatakan, tidak ada wasiat dalam hukum waris karena dalam Islam sudah diatur.<br />
2. Bagaimana hukum waris Islam jika orang yang meninggal tidak memiliki anak, tapi saat meninggal, meninggalkan anak angkat, ibu kandung, dan saudara kandung?</p>
<p><strong>Bayu </strong>&#8211; Purwokerto<br />
<strong></strong><br />
<span id="more-4849"></span><br />
<strong>Jawaban :</strong></p>
<p>Maksud pertanyaan pertama adalah “tidak ada wasiat bagi ahli waris“. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan hak setiap ahli waris maka tidak ada wasiat bagi ahli waris.“ ( HR Tirmidzi ). Makna hadis tersebut bahwa sesungguhnya Allah telah menjelaskan hak-hak setiap ahli waris dalam firman-Nya, surah an-Nisa ayat 11-12 dan 176.</p>
<p>Sebelum ayat ini turun, telah turun sebelumnya ayat tentang kewajiban berwasiat, Allah berfirman, “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu, bapak, dan karib kerabatnya secara makruf, ( ini adalah ) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.“ ( QS al-Baqarah [2] : 180 ). Mayoritas <em>ahlul ilmi</em> menyatakan bahwa ayat tersebut dinas oleh ayat-ayat waris. Maka, hukum berwasiat kepada ahli waris menjadi batal. Jumhur ulama berpendapat bahwa wasiat tidak boleh untuk ahli waris, begitu pun wasiat tidak boleh lebih dari 1/3, kecuali jika semua ahli waris meridainya.</p>
<p>Ahli waris dalam kasus ini adalah ibu dan saudara kandung. Adapun anak angkat, tidak termasuk ahli waris karena tidak adanya sebab kewarisan dengan pewaris ( si mayat ). Tapi, anak angkat ini bisa mendapatkan selain hak waris, seperti wasiat, hadiah, atau hibah.</p>
<p>Perihal bagian ibu, Allah SWT berfirman, “&#8230;. jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya ( saja ) maka ibunya mendapat 1/3. Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat 1/6&#8230;.“ ( QS an-Nisa [4] : 11 ). Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang bagian ibu. Jika pewaris tidak mempunyai anak, ibu mendapatkan 1/3, itu pun jika si mayat tidak meninggalkan beberapa saudara (dua saudara atau lebih). Tapi, jika si mayat meninggalkan beberapa saudara, baik saudara kandung maupun saudara seayah atau seibu, ibu mendapatkan 1/6.</p>
<p>Dalam kasus di atas tidak dijelaskan apakah saudara kandung tersebut laki-laki atau perempuan. Begitu pun jumlah saudara tidak dijelaskan. Karena, hal ini akan memengaruhi bagian-bagian ahli waris lainnya. Allah SWT berfirman, “Mereka meminta fatwa kepadamu ( tentang <em>kalalah</em> ). Katakanlah, ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang <em>kalalah,</em> ( yaitu ) jika seorang meninggal dunia dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan maka bagi saudaranya yang perempuan itu 1/2 dari harta yang ditinggalkannya dan saudaranya yang laki-laki memusakai ( seluruh harta saudara perempuan ) jika ia tidak mempunyai anak. Tetapi, jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya 2/3 dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan, jika mereka ( ahli waris itu terdiri atas ) saudara-saudara laki-laki dan perempuan maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan ( hukum ini ) kepadamu supaya kamu tidak sesat. Dan, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.“ ( QS an-Nisa [4] : 176 ).</p>
<p>Misalnya, jumlah saudara kandung yang dimaksud adalah satu orang maka ibu mendapatkan 1/3 dan saudara laki-laki mendapatkan <em>‘ashobah</em> ( sisa ) setelah bagian ibu.</p>
<p>Tapi, jika jumlah saudara kandung yang dimaksud adalah lebih dari satu orang maka ibu mendapatkan 1/6 dan saudara-saudara kandung mendapatkan ‘<em>ashobah</em> ( sisa ) setelah bagian ibu. <em>Wallahu a&#8217;lam bish shawab</em> ■</p>
<p><strong>Sumber</strong> : <em>Konsultasi Agama</em>, <strong>Republika</strong>, Senin,20 Februari 2012 / 27 Rabiul Awal 1433 H</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">ΩΩΩ</span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/bachtiar-nasir/'>Bachtiar Nasir</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/waris/'>Waris</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/ahli-waris/'>ahli waris</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/akhlak-2/'>akhlak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/ashobah/'>ashobah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/kalalah/'>kalalah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/konsultasi-agama/'>konsultasi agama</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/pewaris/'>pewaris</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/waris-2/'>waris</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/wasiat/'>wasiat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4849/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4849&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/22/wasiat-dalam-waris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membayar Zakat Lebih Utama Melalui Lembaga Amil Zakat</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/membayar-zakat-lebih-utama-melalui-lembaga-amil-zakat/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/membayar-zakat-lebih-utama-melalui-lembaga-amil-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 13:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl & Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[amil zakat]]></category>
		<category><![CDATA[LAZ]]></category>
		<category><![CDATA[mustahik]]></category>
		<category><![CDATA[muzzaki]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4840</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : K.H. Miftah Faridl &#38; K.H. Hilman Rosyad Syihab Mengapa membayar zakat melalui lembaga amil lebih diutamakan daripada memberikannya langsung kepada mustahik zakat ? Apakah ada keterangannya bila ajaran Islam yang menyuruh demikian ? ( +62813206xxx ) Jawaban : &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/membayar-zakat-lebih-utama-melalui-lembaga-amil-zakat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4840&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab</strong></p>
<p>Mengapa membayar zakat melalui lembaga amil lebih diutamakan daripada memberikannya langsung kepada mustahik zakat ? Apakah ada keterangannya bila ajaran Islam yang menyuruh demikian ? <strong>( +62813206xxx )</strong><br />
<span id="more-4840"></span></p>
<p><strong>Jawaban :</strong></p>
<p>Al-Quran surat 9 : 60 menjelaskan bahwa salah satu golongan penerima zakat adalah amil ( <em>‘aamilin ‘alaiha</em> ) atau orang yang mengurus, mengelola dana zakat. Hal ini menjadi dasar, menunjukkan bahwa keberadaan sekelompok orang ( lembaga ) yang mengelola zakat dengan amanah dan profesional sangat diperlukan. Selain karena sesuai dengan tuntunan Islam, juga diharapkan agar dana zakat tersebut dapat disalurkan secara cepat dan tepat kepada mustahik zakat.</p>
<p>Pengelolaan zakat melalui lembaga amil zakat juga didasarkan atas beberapa pertimbangan. Antara lain, pertama, untuk menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat  ( <em>muzzaki</em> ). Kedua, menjaga perasaan mustahik. Jika <em>muzzaki </em>menyerahkan langsung dana zakatnya, mustahik seringkali merasa rendah diri. Sehingga, lembaga amil zakat ( LAZ ) diharapkan menjadi perantara antara mustahik dan <em>muzzaki.</em></p>
<p>Ketiga, untuk meraih sebuah efektivitas, efisiensi, dan sasaran tepat, menurut skala prioritas yang ada di sebuah wilayah. Agar zakat yang diberikan benar-benar disalurkan dengan tepat. Keempat, LAZ juga menunjukkan syiar Islam, termasuk pula ukhuwah Islamiyah ( persaudaraan Islam ) . Tentu hal ini akan menjadi ladang dakwah agar Islam kian dikenal dan dipahami masyarakat, insya Allah.</p>
<p>Oleh karena itu, walaupun sah-sah saja<em> muzzaki </em>menyerahkan zakatnya langsung kepada mustahik, namun akan sulit mencapai apa yang diharapkan seperti di atas ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi Maal</em>, <strong>Pikiran Rakyat</strong>, Selasa, 28 Sepetember 2004 / 13 Syaban 1425 H</p>
<ul>
<li>Dr. K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab, Lc. &#8212; Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid ( DPU DT )</li>
<li>Judul asli : Lebih Utama Via LAZ</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"> <strong><span style="color:#00ff00;">Ø</span><span style="color:#00ff00;">Ø</span><span style="color:#00ff00;">Ø</span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/miftah-faridl-hilman-rosyad-syihab/'>Miftah Faridl &amp; Hilman Rosyad Syihab</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/zakat-infak-sedekah-dan-wakaf/'>Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/amil-zakat/'>amil zakat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/laz/'>LAZ</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/mustahik/'>mustahik</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/muzzaki/'>muzzaki</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/ukhuwah-islamiyah/'>ukhuwah Islamiyah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/zakat-2/'>zakat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4840&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/membayar-zakat-lebih-utama-melalui-lembaga-amil-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Wakaf</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pengertian-wakaf/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pengertian-wakaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 13:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl & Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[hibah]]></category>
		<category><![CDATA[milik Allah]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian untuk kepentingan kaum Muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4836</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : K.H. Miftah Faridl &#38; K.H. Hilman Rosyad Syihab Apa pengertian wakaf ? ( 08171214xxx ) Jawaban : Wakaf adalah pemberian hibah kepada kaum Muslimin atas nama Allah SWT. Hibahnya kepada Allah SWT untuk keperluan kaum Muslimin. Statusnya milik &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pengertian-wakaf/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4836&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab</strong></p>
<p>Apa pengertian wakaf ? <strong>( 08171214xxx )</strong></p>
<p><span id="more-4836"></span></p>
<p><strong>Jawaban :</strong></p>
<p>Wakaf adalah pemberian hibah kepada kaum Muslimin atas nama Allah SWT. Hibahnya kepada Allah SWT untuk keperluan kaum Muslimin. Statusnya milik Allah, sehingga tidak boleh dihadiahkan, dihibahkan, diwariskan, atau dijual ■</p>
<p><strong> Sumber :</strong> <em>Konsultasi Maal</em>, <strong>Pikiran Rakyat</strong>, Selasa, 10 Agustus 2004 / 23 Jumadil Akhir 1425 H</p>
<ul>
<li>Dr. K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab, Lc. &#8212; Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid ( DPU DT )</li>
<li>Judul dari admin</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"> <strong><span style="color:#0000ff;">ÕÕÕ</span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/miftah-faridl-hilman-rosyad-syihab/'>Miftah Faridl &amp; Hilman Rosyad Syihab</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/zakat-infak-sedekah-dan-wakaf/'>Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/hibah/'>hibah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/milik-allah/'>milik Allah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/pemberian-untuk-kepentingan-kaum-muslimin/'>pemberian untuk kepentingan kaum Muslimin</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/wakaf-2/'>wakaf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4836&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pengertian-wakaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Bunga Bank Konvensional</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pemanfaatan-bunga-bank-konvensional/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pemanfaatan-bunga-bank-konvensional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 13:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl & Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[bunga bank konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[dimanfaatkan untuk kepentingan publik]]></category>
		<category><![CDATA[kepentingan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kepentingan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[kepentingan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga amil zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4834</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : K.H. Miftah Faridl &#38; K.H. Hilman Rosyad Syihab Untuk bunga bank yang terlanjur dimiliki pada bank konvensional, apa yang seharusnya dilakukan ? ( 08567275xxx ) Jawaban : Status bunga bank dari simpanan kita di bank konvensional adalah hak &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pemanfaatan-bunga-bank-konvensional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4834&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab</strong></p>
<p>Untuk bunga bank yang terlanjur dimiliki pada bank konvensional, apa yang seharusnya dilakukan ? <strong>( 08567275xxx )<br />
</strong><br />
<span id="more-4834"></span></p>
<p><strong>Jawaban :</strong></p>
<p>Status bunga bank dari simpanan kita di bank konvensional adalah hak milik kita. Sehingga, kita dapat mengambil bunga bank tersebut, tetapi tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Sebaiknya berikanlah kepada lembaga amil, pengelola zakat untuk dimanfaatkan bagi kepentingan sosial, terutama sarana-sarana publik ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi Maal</em>, <strong>Pikiran Rakyat</strong>, Selasa, 10 Agustus 2004 / 23 Jumadil Akhir 1425 H</p>
<ul>
<li>Dr. K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab, Lc. &#8212;  Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid ( DPU DT )</li>
<li>Judul dari admin</li>
</ul>
<h2 style="text-align:center;"> <strong>øøø</strong></h2>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/miftah-faridl-hilman-rosyad-syihab/'>Miftah Faridl &amp; Hilman Rosyad Syihab</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/muamalah/'>Muamalah</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/zakat-infak-sedekah-dan-wakaf/'>Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/bunga-bank-konvensional/'>bunga bank konvensional</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/dimanfaatkan-untuk-kepentingan-publik/'>dimanfaatkan untuk kepentingan publik</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/kepentingan-keluarga/'>kepentingan keluarga</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/kepentingan-pribadi/'>kepentingan pribadi</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/kepentingan-sosial/'>kepentingan sosial</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/lembaga-amil-zakat/'>lembaga amil zakat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4834/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4834&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pemanfaatan-bunga-bank-konvensional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memberitahu Mustahik Bahwa Ia Menerima Dana Zakat</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/memberitahu-mustahik-bahwa-ia-menerima-dana-zakat/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/memberitahu-mustahik-bahwa-ia-menerima-dana-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 12:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl & Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[dana zakat]]></category>
		<category><![CDATA[fakir]]></category>
		<category><![CDATA[mustahik]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4832</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : K.H. Miftah Faridl &#38; K.H. Hilman Rosyad Syihab Apakah mustahik zakat harus diberitahu bahwa ia menerima zakat ? Jawaban : Apabila tidak ada lembaga yang mengurus zakat, sehingga pribadilah yang mengurus semua itu. Maka, sikap utama yang harus &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/memberitahu-mustahik-bahwa-ia-menerima-dana-zakat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4832&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :<strong> K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab</strong></p>
<p>Apakah mustahik zakat harus diberitahu bahwa ia menerima zakat ?</p>
<p><span id="more-4832"></span></p>
<p><strong>Jawaban :</strong></p>
<p>Apabila tidak ada lembaga yang mengurus zakat, sehingga pribadilah yang mengurus semua itu. Maka, sikap utama yang harus dimiliki oleh orang yang hendak membayar zakat adalah tidak memberitahukan kepada orang fakir bahwa dana tersebut adalah dana zakat. Karena hal tersebut dapat menyakitkan, menyinggung perasaan orang yang menerima, dan terutama karena mustahik tersebut tidak mau berterus terang tentang keadaannya ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi Maal</em>, <strong>Pikiran Rakyat</strong>, Selasa, 10 Agustus 2004 / 23 Jumadil Akhir 1425 H</p>
<ul>
<li>Dr. K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab, Lc. &#8212; Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid ( DPU DT )</li>
<li>Judul dari admin</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"> <strong><span style="color:#0000ff;">§§§</span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/miftah-faridl-hilman-rosyad-syihab/'>Miftah Faridl &amp; Hilman Rosyad Syihab</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/zakat-infak-sedekah-dan-wakaf/'>Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/dana-zakat/'>dana zakat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/fakir/'>fakir</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/mustahik/'>mustahik</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/zakat-2/'>zakat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4832&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/memberitahu-mustahik-bahwa-ia-menerima-dana-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembayaran Zakat Didahulukan daripada Pajak</title>
		<link>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pembayaran-zakat-didahulukan-daripada-pajak/</link>
		<comments>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pembayaran-zakat-didahulukan-daripada-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 11:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jalmi Laip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miftah Faridl & Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[objek pajak]]></category>
		<category><![CDATA[objek zakat]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pengurang pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalmilaip.wordpress.com/?p=4830</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : K.H. Miftah Faridl &#38; K.H. Hilman Rosyad Syihab Bagaimana pandangan Islam tentang zakat penghasilan yang objeknya adalah penghasilan-penghasilan yang dikenakan objek pajak penghasilan ( di antaranya bunga ) seperti diatur UU No. 17 Tahun 2000 ? ( 085216367xxx &#8230; <a href="http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pembayaran-zakat-didahulukan-daripada-pajak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4830&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab</strong></p>
<p>Bagaimana pandangan Islam tentang zakat penghasilan yang objeknya adalah penghasilan-penghasilan yang dikenakan objek pajak penghasilan ( di antaranya bunga ) seperti diatur UU No. 17 Tahun 2000 ? <strong>( 085216367xxx )</strong><br />
<span id="more-4830"></span></p>
<p><strong>Jawaban :</strong></p>
<p>Zakat dan pajak adalah kewajiban yang harus kita tunaikan dari harta kita. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw, “Sesungguhnya dalam harta kita ada kewajiban lain, di luar zakat.” ( Hadis ). Namun UU No. 17 Tahun 2000 itu mengakomodasikan keinginan kita sebagai kaum Muslimin agar pembayaran zakat didahulukan daripada pajak, sekaligus zakat tersebut dapat mengurangi biaya pembayaran pajak ■</p>
<p><strong>Sumber :</strong> <em>Konsultasi Maal</em>, <strong>Pikiran Rakyat</strong>, Selasa, 25 Januari 2005 / 14 Zulhijah 1425 H</p>
<ul>
<li>Dr. K.H. Miftah Faridl &amp; K.H. Hilman Rosyad Syihab, Lc. &#8212; Dewan Syari’ah Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid ( DPU DT )</li>
<li>Judul dari admin</li>
</ul>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"> <strong>ÕÕÕ</strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/ulama-pakar/miftah-faridl-hilman-rosyad-syihab/'>Miftah Faridl &amp; Hilman Rosyad Syihab</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/category/tanya-jawab/zakat-infak-sedekah-dan-wakaf/'>Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf</a> Tagged: <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/objek-pajak/'>objek pajak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/objek-zakat/'>objek zakat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/pajak/'>pajak</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/penghasilan/'>penghasilan</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/zakat-2/'>zakat</a>, <a href='http://jalmilaip.wordpress.com/tag/zakat-pengurang-pajak/'>zakat pengurang pajak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalmilaip.wordpress.com/4830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalmilaip.wordpress.com/4830/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalmilaip.wordpress.com&amp;blog=21638103&amp;post=4830&amp;subd=jalmilaip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalmilaip.wordpress.com/2012/02/21/pembayaran-zakat-didahulukan-daripada-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f61c048df72fbd4e25941cc010d1648d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jalmilaip</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
