Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

29 45Ustadz, Allah SWT menegaskan dalam Al-Quran, shalat itu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat seperti apa yang dapat mewujudkan hal itu?

Jenie -- Banjarmasin

Jawaban :

Allah berfirman, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya, shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan, sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Ankabut [29]: 45).

Dalam atsar yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas, disebutkan, “Barang siapa yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan yang keji dan mungkar, ia tidak akan menambah sesuatu pun dari Allah kecuali semakin bertambah jauh.” (HR Ahmad). Para ulama menjelaskan, shalat yang dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar adalah shalat yang sempurna.

Ini artinya, cukup segala syarat dan rukunnya. Kemudian, dilakukan dengan menghadapkan sepenuh hati dan jiwa, menghinakan diri di hadapan Allah, menunjukkan penghambaan diri dan pengakuan akan kefakiran diri di hadapan-Nya. Sehingga, barang siapa yang ketika mengerjakan shalat tidak ada semua itu di dalam hatinya, shalatnya tidak akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, di antara makna mendirikan shalat adalah selalu menunaikan segala ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan shalat tersebut. Allah memberitahu, hikmah dari shalat adalah dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

Karena, dalam shalat ada bacaan Al-Quran yang mengandung nasihat dan orang yang shalat itu semua anggota badannya sibuk dengan shalatnya. Sehingga, ketika memasuki tempat shalat, ia khusyuk dan berserah diri kepada Tuhannya, selalu mengingat bahwa dia berdiri di hadapan Tuhannya, dan meyakini, Allah selalu mengetahui dan melihatnya.

Maka, jiwanya akan tenang dan selalu merasa diawasi Allah. Hal itu terlihat melalui anggota badannya. Sebelum hilang pengaruh shalat yang sebelumnya, shalat yang berikutnya datang lagi dan begitu seterusnya hingga keadaannya semakin baik.

Para ulama menjelaskan, jika kamu ingin mengetahui apakah telah menunaikan shalatmu dengan sempurna atau tidak, lihatlah berapa banyak kamu melanggar perintah Allah. Berapa banyak kamu bermaksiat kepada Allah, sebanyak itu pula kekurangan nilai shalatmu. Sebaliknya, seberapa baik shalat yang kamu lakukan dari segi rukun, wajib, sunah, dan kekhusyukan dalam melaksanakannya, sebaik itu pula shalat akan mencegahmu dari perbuatan keji dan mungkar.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, bila seorang hamba telah selesai dari shalatnya maka tidak ditetapkan balasan dari shalatnya kecuali ada yang mendapat setengahnya, sepertiganya, seperempatnya, seperlimanya, seperenamnya, sepertujuhnya, seperdelepannya, sepersembilannya, dan ada pula yang mendapat seperesepuluhnya.” (HR Abu Daud, al-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’  fatawa menjelaskan, shalat jika dilaksanakan seperti yang diperintahkan akan dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Jika tidak demikian, menunjukkan adanya hak-hak shalat yang terabaikan. Allah berfirman, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat.” (QS Maryam [19]: 59).

Menyia-nyiakan shalat itu maksudnya melalaikan ketentuan-ketentuan yang wajib dalam shalat tersebut, meskipun ia melakukan shalat. Jadi, kalau shalat kita belum bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar, bisa jadi shalat yang kita lakukan selama ini sekadar lepas dari kewajiban. Shalat yang hanya dilakukan anggota tubuh kita tanpa kehadiran hati dan kekhusyukan.

Semoga, kita termasuk golongan yang selalu memperbaiki shalatnya sehingga dapat mencapai derajat shalat yang dapat mencegah dari perbuaan yang keji dan mungkar karena itulah sha lat yang sebenarnya.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 20 Desember 2012 / 6 Safar 1434 H

Kaligrafi : Lucky’s Blog

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :


About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Ibadah, Shalat and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

  1. mutmainatul says:

    hemmz sulit untuk melakukan smua itu,,,
    btuh usaha yg keras untuk mendekatkan diri pd-Nya….

  2. Fulan says:

    Alqur’an adalah kitab yang bersifat! Samawi, sebagai petunjuk, pembeda, penjelas, dan pengobat bagi manusia.
    Menunjukan apa?
    Membedakan apa?
    Menjelaskan apa?
    Dan mengobati apa?

    tentunya hrs dipahami isinya agar mengrti dan tercapai khikmahnya untk stiap hamba-hambanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s