Keistimewaan Hajar Aswad


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya mau tanya seberapa istimewa atau pentingnya Hajar Aswad itu Ustadz? Mengapa orang ramai-ramai berebut untuk menciumnya yang terkadang tanpa mempedulikan keselamatan diri dan orang lain, atau bahkan dengan menyakiti orang lain.

Muhrunah,  Tangerang

Jawaban :

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Hajar Aswad adalah batu yang diturunkan Allah SWT dari surga yang pada awalnya warna batu itu lebih putih daripada susu, namun dosa-dosa yang dilakukan oleh umat manusia mengubahnya menjadi hitam.

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda,’Hajar Aswad turun dari Jannah, dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian, dosa-dosa anak Adamlah yang membuatnya jadi berwarna hitam’.” (HR Tirmizi, Ahmad, al-Nasa`i, dan Ibnu Khuzaimah).

Al-Mubarakfuri menjelaskan dalam kitabnya Tuhfat al-ahwazi bahwa dosa-dosa manusia yang menyentuh batu itu yang menjadikannya hitam. Dr Sami Maghluts dalam atlasnya yang berjudul Athlasul Hajj wal ‘Umrah menjelaskan bahwa Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam kemerah-merahan, berada di sudut selatan Ka’bah, sebelah kiri pintu Ka’bah. Tingginya kira-kira 1,10 m dari permukaan tanah. Menempel di dinding Ka’bah.

Pada awalnya Hajar Aswad berupa batu dengan diameter ± 30 cm. Karena berbagai peristiwa yang menimpanya, saat ini Hajar Aswad yang tersisa ada delapan butir batu kecil sebesar kurma yang dikelilingi oleh bingkai perak. Tidak semua yang terdapat di dalam bingkai adalah Hajar Aswad. Butiran-butiran Hajar Aswad tersebut tepat berada di tengah bingkai. Butiran inilah yang disentuh dan dicium oleh jamaah haji. Hajar Aswad selalu dimuliakan sejak masa jahiliah hingga Islam datang.

Pada musim haji tahun 317 H, Abu Thahir al-Qurmuthi, seorang kepala salah satu suku Syiah Ismailiyah di Jazirah Arab bagian timur merampas Hajar Aswad. Bersama 700 anak buah bersenjata lengkap dia mendobrak Masjid al-Haram dan membongkar Ka’bah secara paksa lalu merebut Hajar Aswad dan membawa ke negaranya yang terletak di Kota Ahsa’, di wilayah Bahrain, kawasan Teluk Persia sekarang.

Ia membuat maklumat dengan menantang umat Islam. Jika ingin mengambil Hajar Aswad, tebuslah dengan sejumlah uang atau dengan perang. Setelah 22 tahun kemudian (339 H) batu itu dikembalikan ke Makkah oleh Khalifah Abbasiyah al-Muthi’lillah setelah ditebus dengan uang sebanyak 30 ribu Dinar. Mereka membawanya ke Kufah, lalu menggantungkannya ke tiang ke tujuh Masjid Jami’. Setelah itu, mereka mengembalikannya ke tempat semula.

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa ia akan menjadi saksi di hari kiamat bagi mereka yang menyentuhnya. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh Allah akan membangkitkan batu ini pada hari kiamat dengan mempunyai dua mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara yang akan menjadi saksi bagi siapa yang menyentuhnya dengan benar.” (HR Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim).

Dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah, hal pertama yang harus dilakukan oleh orang yang ingin melakukan thawaf adalah mencium, atau menyentuh atau memberi isyarat dari jauh kepada Hajar Aswad.

Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika sampai di Makkah, beliau mendatangi Hajar Aswad dan menyentuhnya dengan tangan beliau kemudian beliau berjalan ke sebelah kanannya, berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran, dan berjalan biasa sebanyak empat kali putaran.” (HR Muslim).

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 6 Oktober 2012 / 20 Dzulqaidah 1433

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

 

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s