Zakat Orang Meninggal


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ayah kami meninggal beberapa waktu lalu dan meninggalkan cukup harta. Kami mengetahui beliau tidak pernah membayarkan zakat hartanya. Apakah kami membayarkan zakat untuknya dari harta yang ditinggalkan atau langsung membagi warisan saja?

Suryami – Cilegon

Jawaban :

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang dengannya dibangun keislaman seorang Muslim dan kewajiban agung dalam Islam. Tidak sepatutnya seorang yang menyebut dirinya Muslim menganggap remeh urusan zakat ini atau bermalas-malasan dalam menunaikannya. Meninggalkan zakat bagi mereka yang diwajibkan merupakan salah satu dosa besar dan Allah SWT menjanjikan baginya azab yang sangat pedih.

“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang (manusia) dari jalan Allah. Dan, orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, beritahukanlah (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’” (QS al-Taubah [9] : 34-35).

Rasulullah SAW menjelaskan siksaan bagi orang yang enggan menunaikan zakat hartanya. Adapun mengenai harta yang ditinggalkan jenazah yang tidak pernah menunaikan zakat, menurut jumhur ulama, zakat itu tidak jatuh kewajibannya dengan wafatnya pemilik harta tetapi harus dikeluarkan dari semua harta yang ditinggalkannya itu meskipun ia tidak mewasiatkannya. Ini adalah pendapat Atha, al-Hasan, Imam Zuhri, Qatadah, Malik, Syafii, Ishaq, Abu Tsaur, dan Ibn al-Munzir.

Imam al-Auza’i dan al-Laits berpendapat, zakat itu diambilkan dari sepertiga harta peninggalan orang meninggal dan didahulukan daripada wasiatnya, serta tidak boleh lebih dari sepertiga.

Ibnu Sirin, al-Sya’bi, al-Nakh’i, Hammad bin Sulaiman, al-Tsauri berpendapat, zakat itu tidak dikeluarkan kecuali si mayit mewasiatkannya sebelum meninggal. Sedangkan Abu Hanifah dan pengikutnya berpendapat, kewajiban zakat itu jatuh dengan meninggalnya pemilik harta, kecuali jika dia mewasiatkannya dan dikeluarkan dari sepertiga hartanya dan berebut dengan yang berhak menerima wasiat tersebut. Jika ia tidak mewasiatkan, gugurlah kewajibannya dan ahli waris tidak berkewajiban mengeluarkannya karena ini jenis ibadah yang salah satu syaratnya adalah niat.

Dalam hal ini, yang kuat adalah pendapat jumhur ulama karena sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah, zakat adalah kewajiban yang bisa diwasiatkan. Tidak akan jatuh kewajibannya dengan kematian seperti utang terhadap manusia.

Berbeda dengan shalat dan puasa karena keduanya merupakan ibadah badaniah yang tidak bisa diwasiatkan atau diwakilkan. Bahkan, ada hadis sahih yang membolehkan membayar utang puasa orang yang sudah meninggal.

Dalam riwayat Muslim disebutkan, Nabi bertanya kepadanya, “Jika ibumu itu mempunyai utang, apakah kamu akan membayarkan utangnya? Ia menjawab, iya.” Rasulullah bersabda, “Utang terhadap Allah itu lebih berhak ditunaikan.” Karena itu, ahi waris meninggal harus mengeluarkan dulu zakat dari harta yang bertahun-tahun tak dibayarkan.

Kalau masih ada sisanya, bagi menurut ketentuan hukum waris Islam.  Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 13 Agustus 2012/24 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi : republika.co.id

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s