Waktu yang Dilarang Shalat dan Sunnah Mutlak


Oleh : KH Ali Yafie

1. Di masjid atau mushala, saya tidak pernah melihat orang melakukan shalat lagi ketika sudah menjalankan shalat Shubuh atau Ashar. Apakah ini termasuk waktu-waktu yang dilarang bagi umat Islam untuk menjalankan shalat ? Adakah dalil yang menunjukkan pelarangannya ?

2. Lantas apakah sebenarnya shalat sunnah mutlak itu ?

Atas jawabannya diucapkan banyak terima kasih.

Ahmad Susanto, Bekasi

Jawaban :

1.  Waktu-waktu terlarang untuk menjalankan shalat didasarkan kepada hadits yang menyatakan bahwa tidak ada shalat sesudah Shubuh hingga matahari meninggi dan tidak ada shalat sesudah Ashar hingga matahari tenggelam ( HR Bukhari dan Muslim ).

Ada pula hadits yang menyebut bahwa Nabi saw melarang mengerjakan shalat pada tiga waktu: Ketika matahari terbit hingga naik, saat tengah hari sehingga matahari tergelincir, dan ketika matahari akan tenggelam sehingga tenggelam ( HR Muslim ).

Pada waktu-waktu tersebut – saat matahari terbit, tenggelam, dan di tengah-tengah – sama sekali tidak boleh kecuali shalat tengah hari pada hari Jumat. Karena pada saat itu dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak sebelum dilangsungkannya shalat Jum’at.

2.  Shalat sunnah mutlak adalah shalat sunnah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat sunnah dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Niat shalat mutlak tidak terikat dengan niat tertentu selain karena lillahi ta’ala. Shalat sunnah mutlak dikerjakan tiap dua rakaat dengan satu kali salam ■

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Tahun 11 , Edisi 128, April 2012 / Jumadil Ula – Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : Tarekat Qodiriyah

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Fiqih, Shalat and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s