Sejarah Kitab Suci


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, umat Muslim mengakui adanya kitab-kitab suci selain Al-Quran, seperti Zabur, Taurat, dan Injil. Saya sudah mengetahui sejarah singkat turunnya Al-Quran, tetapi bagaimana dengan turunnya kitab suci lainnya?

Hamba Allah

Jawaban :

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” ( QS al-Nisa` [4] : 136 ).

Di antara kitab-kitab yang Allah SWT turunkan itu ada yang disebutkan dalam Al-Quran dan ada juga yang tak disebutkan. Tapi, kita hanya diwajibkan mengimaninya secara umum. “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah.” (QS al-Syura [42] : 15).

Adapun yang Allah sebutkan adalah suhuf Ibrahim dan suhuf Musa, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Zabur untuk Nabi Daud, Injil bagi Nabi Isa, dan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, ( yaitu ) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” ( QS al-A’la [87] : 18-19 ).

Surah lainnya menjelaskan, “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya ( berturut-turut ) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran ( mukjizat ) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.” (QS al-Baqarah [2] : 87).

Seperti dijelaskan Al-Quran, dalam perkembangannya kitab-kitab suci terdahulu itu, khususnya yang diturunkan kepada Yahudi dan Nashara, mengalami distorsi dan penyelewengan dari kitab suci aslinya yang Allah wahyukan. Kebanyakan ulama, seperti Imam al-Suyuthi dalam kitab al-Itqan fi `ulumi al-Quran, mengatakan, kitab sebelum Al-Quran diturunkan secara langsung, tidak berangsur-angsur.

“Berkatalah orang-orang yang kafir, `Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil ( teratur dan benar ).” ( QS al-Furqan [25] : 32 ). Menurut sebagian ahli tafsir, pada ayat ini orang kafir mempertanyakan mengapa Al-Quran tidak diturunkan secara langsung sebagaimana kitab-kitab terdahulu.

Allah menurunkan ayat tersebut untuk menjawab pertanyaan kaum kafir itu. Sebagian ulama yang mengatakan kitab-kitab sebelum Al-Quran juga diturunkan secara berangsur-angsur karena sebagaimana Al-Quran dalam kitab-kitab itu juga ada nasikh dan mansukh, ada jawaban dari suatu pertanyaan, ada pengingkaran terhadap suatu perbuatan atau perkataan.

Tidak banyak riwayat dan sirah yang menceritakan sejarah turunnya kitab-kitab terdahulu sebelum Al-Quran karena Al-Quran dan hadis juga tidak banyak menceritakan tentang masalah itu. Mungkin karena tidak ada manfaat yang bisa diambil dari penyebutannya. Karena kitab-kitabnya juga sudah tidak ada dan yang ada sekarang hanyalah distorsi serta penyelewengan kitab-kitab suci tersebut.

Al-Quran sebagai kitab suci terakhir telah menyempurnakan semua kitab-kitab terdahulu dan me-mansukh-kan hukum-hukum yang ada di dalamnya. Di antara riwayat yang menceritakan turunnya kitab terdahulu disebutkan dalam hadis. Diriwayatkan dari Watsilah bin al-Asqa`, ia berkata, sesungguhnya Nabi bersabda, “Suhuf ( lembaran-lembaran ) Ibrahim diturunkan pada malam pertama Ramadhan. Taurat diturunkan pada enam malam berlalu dari Ramadhan, Injil diturunkan pada 13 malam berlalu dari Ramadhan, Zabur diturunkan 18 malam berlalu dari Ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada 24 malam berlalu dari Ramadhan.“ ( HR Ahmad, al-Baihaqi, dan Thabrani ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 18 April 2012/26 Jumadil Awal 1433 H

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir, Sejarah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s