Nasihat untuk Anak Durhaka


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, ada seorang ibu yang meminta saya menasihati anaknya yang dulunya begitu taat beribadah dan berbakti kepada orang tuanya, tetapi sekarang berubah total. Dia sering menyakiti hati ibunya sampai dia jarang pulang ke rumahnya dan lebih memilih tinggal di kos. Bagaimana caranya untuk menasihatinya, Ustadz?

Hamba Allah

Jawaban :

“Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak.’“ ( QS al-An’am [6] : 151 ). Allahlah yang menetapkan hierarki dosa-dosa besar pada ayat di atas, Allah menempatkan durhaka pada kedua orang tua persis sesudah syirik kepada Allah SWT.

Karena orang yang berani mendurhakai orang tua, selanjutnya akan mendurhakai Allah. Betapa tidak, kalau kepada orang tua yang mengandungnya dengan kasih sayang dan melahirkannya dengan penuh pengorbanan, menjaga, mengasuhnya, serta mendidik dan membesarkannya, lalu tak pandai berterima kasih, besar kemungkinan anak ini tidak pandai berterima kasih atas nikmat-nikmat Allah.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua dalam menghadapi anak durhaka. Pertama, introspeksi diri dengan melihat kekurangan dan kesalahan dalam mendidik dan menjadi teladan bagi anak-anak karena anak adalah peniru orang tua.

Kedua, mendiagnosis sebab kedurhakaan jika sebelumnya anak itu taat beribadah, tiba-tiba berubah kemungkinan disebabkan oleh salah pergaulan. Bisa juga karena dia terjerumus aliran sempalan yang mengatasnamakan Islam.

Ketiga, melakukan pendekatan dan jangan menjauhinya agar anak dapat merasakan kebaikan orang tua yang sudah tertutup oleh emosi sesaatnya.

Berikut beberapa nasihat dari Allah dan Rasul-Nya untuk anak yang durhaka. Anak harus diingatkan tentang siapa dirinya dan bagaimana proses kehadirannya di dunia ini. Siapa pun dia saat ini, tak akan ada tanpa perantaan kasih sayang orang tuanya. “Dan, Kami perintahkan kepada manusia ( berbuat baik ) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ ( QS Luqman [31]: 14 ).

Allah mewajibkan kepada setiap anak untuk tetap mengasihi dan menyayangi kedua orang ibu bapaknya, bahkan diperintahkan selalu mendoakan untuk kebaikan keduanya. Tidak ada alasan bagi anak sedikit pun untuk berlaku kasar kepada dua orang ibu bapaknya.

Allah berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan `ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan, rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, `Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’“ ( QS al-Isra` [17] : 23-24 ).

Berikut beberapa nasihat Rasulullah. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah.’ Beliau bersabda, `Shalat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi, `Lalu, apalagi?’ Rasul bersabda, `Berbuat baik kepada orang tua.’ Lalu, aku bertanya lagi, `Kemudian apa ya Rasulullah?’ Rasul bersabda, `Jihad di jalan Allah.’“ ( HR Bukhari dan Muslim ).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah bersabda, `Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.’ Ada yang bertanya, `Siapa, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, `( Sungguh hina ) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.’“ ( HR Muslim ).

“Rida Allah ada di dalam rida kedua orang tua dan murka Allah ada di dalam murka kedua orang tua.“ ( HR Tirmizi ).

“Semua dosa itu akan Allah tunda hukumannya menurut kehendak-Nya sampai hari kiamat nanti, kecuali hukuman terhadap perbuatan zina dan durhaka kepada kedua orang tua atau memutuskan silaturahim, sesungguhnya Allah akan memperlihatkan kepada pelakunya di dunia sebelum datang kematian.“ ( HR Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa , 20 Maret 2012 / 27 Rabiul Akhir 1433

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Keluarga and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Nasihat untuk Anak Durhaka

  1. angie says:

    aku mau tanya
    gmna kalo anak yang slalu menyakiti hati orang tuanya
    memang anak itu bukan orang tuanya yang membesarkan melainkan neneknya
    sewaktu orang tuanya sukses
    slalu dikirimin uang setiap anak itu minta
    tapi saat orang tuanya udah jatuh
    dy meminta uang tapi tidak diberi sama orang tuanya
    lalu dy keluarkan kata2 yang menyudutkan orang tuanya
    dia bilang orang tuanya udah buang dia,gak perduli kedia,
    sampai sampai nikahpun anak itu tidak ada minta restu ke orang tuanya.
    pantaskah anak perempuan seperti itu?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s