Zakat Warisan


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, beberapa minggu yang lalu ayah saya meninggal dan mewariskan harta yang tidak sedikit. Saat ini harta itu sudah dibagikan kepada ahli warisnya, termasuk saya. Sebagai wujud syukur, saya berencana mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Bagaimana menurut Ustadz? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Jawaban :

Sepengetahuan saya, tidak ada dalil (baik dalam Al-Quran ataupun sunah Rasulullah Saw) yang secara eksplisit yang menjelaskan zakat warisan, baik jenis ataupun persentasenya.

Karena itu, tidak akan pernah ditemukan rumus baku zakat warisan. Jadi, kalau Anda mendapatkan warisan ( sebesar apa pun warisan tersebut ), maka tidak ada zakatnya.

Namun sebagai wujud syukur, Anda bisa berinfak atau bersedekah dengan menggunakan harta warisan tersebut. Silakan keluarkan dari harta warisan itu sesuai kadar keikhlasan Anda karena memang tidak ada batasan atau persentasenya.

Sebagai penyemangat berinfak atau bersedekah, tidak ada salahnya kita kutip ayat berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, infakkanlah ( belanjakanlah di jalan Allah ) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya.  Dan ketahuilah,  bahwa  Allah  Maha  Kaya  lagi  Maha  Terpuji.”  ( Q.S. Al-Baqarah [2] : 267 )

Semoga kita senantiasa menjadi mukmin yang tidak diperbudak oleh harta dan senantiasa dapat beringan tangan menyalurkan harta kita bagi orang yang lebih membutuhkan. Amin. Wallahu a’lam

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 01 Th. XII Januari  2011 / Shafar 1432

              ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Muamalah, Waris, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s