Wali Nikah Bagi Anak Zinah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, insya Allah saya akan menikah dengan seorang wanita. Yang jadi masalah, kami takut kalau pernikahan ini tidak sah secara hukum Islam. Yang saya ketahui calon istri ini adalah anak yang lahir dari orang tua yang dulu ketika menikah sudah dalam keadaan hamil terlebih dahulu. Walaupun kami tidak tahu pasti usia kandungan berapa bulan ibu-ayahnya menikah. Katakanlah mereka menikah saat usia kandungan lebih dari enam bulan, artinya kurang dari empat bulan sejak menikah ibu sudah melahirkan ( menurut Mazhab Syafi’i kalau tidak salah usia minimal kandungan enam bulan sejak menikah ).

Yang ingin saya tanyakan: Apakah sah ( secara agama/negara ) jika saya menjadikan ayahnya sebagai wali nikah. Jujur saja, saat ini kami menggunakan pendapat yang memperbolehkan ( sah di hadapan Allah ) jika ayahnya menjadi wali. Dengan catatan jika menurut Pak Ustadz tidak sah, tetap petugas KUA yang berhak untuk kondisi seperti ini. Maka, kami berencana menikah ulang sembunyi-sembunyi dengan petugas KUA lain. Apakah ini diperbolehkan dalam syariah?

Hamba Allah

Jawaban :

Status marital seorang ibu yang melahirkan anak dari perzinaan dapat dibagi kepada dua keadaan:

1. Ibu berstatus istri seseorang dan melahirkan anak itu 6 bulan setelah perkawinannya. Menurut ijma ulama, nasab anak ini adalah kepada suaminya dan tidak akan hilang nasab anak ini kepada suami ibunya.

2. Ibu tidak menjadi istri seseorang, baik janda ataupun belum pernah menikah, tapi ia melahirkan anak. Dalam hal ini, jika tidak ada seorang pun yang berzina dengannya meminta agar anak itu dinasabkan kepadanya maka ulama sepakat bahwa anak itu hanya dinasabkan kepada ibunya saja. Tetapi, bila ada yang mengaku berzina dengan ibu tersebut dan mengakui bahwa anak itu adalah anaknya maka terdapat perbedaan pendapat para ulama dalam masalah ini.

Pertama, jumhur ulama dari empat mazhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali dan juga Mazhab al-Zhahiri mengatakan bahwa anak dari perzinaan tidak dinasabkan kepada laki-laki yang melakukan perzinaan tersebut jika ia memintanya, tapi anak itu hanya dinasabkan kepada ibunya. Kedua, pendapat Ishaq bin Rahawiyah, Urwah bin Zubair, Sulaiman bin Yasar, Muhammad bin Sirin, ‘Atha’, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, dan salah satu riwayat dari Abu Hanifah yang mengatakan bahwa anak dari hasil perzinaan dinasabkan kepada laki-laki yang berzina dengan ibunya jika dia meminta dinasabkan kepadanya dan jika ibunya berstatus bukan seorang istri.

Hal ini sesuai dengan kaidah dan tuntunan syara yang sangat ingin setiap orang mempunyai nasab untuk menjaga anak agar tidak kehilangan pegangan. Berdasar kedua pendapat tersebut maka jika yang kuat menurut kita pendapat yang pertama, yaitu pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa anak dari perzinahan tidak dinasabkan kepada laki-laki yang melakukan perzinahan tersebut jika memintanya, tapi anak itu hanya dinasabkan kepada ibunya. Maka, bapak anak tersebut tidak dapat menjadi wali dari anak itu karena dia bukanlah bapaknya. Sedangkan jika menurut kita yang kuat adalah pendapat kedua yang menyatakan bahwa anak dari perzinahan itu dapat dinasabkan kepada bapaknya yang berzina itu maka bapak itu dapat menjadi wali bagi anaknya dari hasil perzinahan tersebut.

Khusus untuk kasus yang Anda hadapi atau tidak bermaksud menggeneralisasikannya, saya berpendapat bahwa calon istri Anda boleh dinikahkan oleh ayahnya sebagai wali. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 11 Februari 2012 / 18 Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s