Tanda-tanda Husnul Khatimah


Oleh : M Quraish Shihab

Bersama ini saya ingin menanyakan kepada Bapak hal-hal sebagai berikut : Adakah tanda-tanda bagi seseorang yang akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah ? Lalu, apakah kewajiban bagi seorang Muslim yang telah mendekati kematian / sakaratul maut dan juga bagi keluarganya ?

Demikian pertanyaan kami, terima kasih atas jawaban Bapak.

Hikmah Aulia, Jakarta Barat

Jawaban :

Tidak mudah menetapkan tanda-tanda seseorang yang akan meninggal dengan husnul khatimah ( menutup usia dengan baik ). Ada sebuah hadis Nabi SAW yang seharusnya menjadikan setiap orang prihatin. Hadis tersebut antara lain menginformasikan bahwa boleh jadi seseorang telah mengamalkan sekian banyak amal kebajikan, sehingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta. Tetapi tiba-tiba dia mengamalkan amal keburukan ( yang mengakhiri hayatnya ), maka jatuhlah atasnya ketetapan sehingga dia masuk ke neraka. Dan demikian juga sebaliknya.

Ketika sahabat-sahabat Nabi mendengar penjelasan ini, mereka bertanya,”Kalau demikian, apakah tidak sebaiknya kami pasrah saja kepada ketetapan itu ?”

Nabi SAW menjawab, ”I’maluu fa kullun muyassarun limaa khuliqa lahu ( Beramallah, karena semua dimudahkan ( untuk beramal ) sesuai dengan tujuan penciptaannya).”

Al-Quran berpesan,”Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslimin.” Membaca ayat ini, Anda jangan berkata,”Bukankah kematian merupakan kehendak Ilahi, bukan kehendak manusia ? Jika demikian, apa makna larangan ini ?”

Jawabannya adalah,”Biasanya seseorang meninggal sesuai dengan keadaan yang terbiasa baginya.” Kalau demikian, berarti ayat tersebut berpesan bahwa,”Biasakanlah hidup sesuai dengan tuntunan Islam, karena jika demikian Anda akan meninggal sesuai dengan kebiasaan baik itu, alias husnul khatimah.”

Karena itu, jangan biasakan melanggar larangan agama, misalnya minum arak, berjudi, berbohong, dan perbuatan buruk lainnya. Karena, kalau yang demikian kebiasaan seseorang, maka boleh jadi maut merenggutnya dalam keadaan sedang mabuk. Atau kalau tidak, maka pada saat sekarat, ia merasakan bagai sedang minum arak dan mabuk. Dan ketika itu, ia mengalami su-ul khatimah ( tutup usia yang buruk ). Kalau demikian, kita dapat berkata bahwa salah satu indikator husnul khatimah adalah ketekunan melaksanakan tuntunan agama.

Keluarga, bahkan siapa pun yang sedang menghadapi seseorang yang sekarat, dianjurkan untuk membaca surah Yasin, serta menuntunnya membaca Kalimat Syahadat ( Laa Ilaaha Illallah ) , sesuai dengan anjuran Nabi yang diriwayatkan oleh banyak ulama hadis. Wa Allah A’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 3 Januari 2003 / 29 Syawal 1423

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s