Mati Bunuh Diri


Oleh : M Quraish Shihab

Pak Ustadz  yang  saya  hormati, bagaimana  status orang  yang meninggal  karena  bunuh  diri ?  Saya  punya  teman  yang meninggal bunuh diri.  Bolehkah saya mendoakan agar diampuni ?

Terima kasih atas penjelasan Bapak.

Suhud di Jawa Tengah

Jawaban :

Nyawa manusia bahkan seluruh jiwa dan raganya adalah milik Allah SWT yang diamanatkan kepada masing-masing manusia. Kita tak dapat menjualnya karena bukan milik kita. Nyawa pun tak boleh dipisahkan dari badan kecuali atas izin-Nya misalnya dalam peperangan atau pelaksanaan sanksi hukum.

Atas dasar ini, membunuh diri sendiri pun dilarang keras oleh-Nya. Sekian banyak ayat Al-Quran yang mengingatkan hakikat di atas. Dalam sebuah hadis qudsy Allah berfirman menyangkut orang yang bunuh diri; Dia mendahului Aku, maka Aku haramkan baginya surga.

Namun demikian, jika yang bersangkutan hingga akhir hayatnya tetap mengucapkan dua kalimat syahadat, maka ia tetap diperlakukan sebagai Muslim. Jenazahnya dishalati, dan dimakamkan di pekuburan Islam. Dia bukan kafir dalam istilah hukum, tapi juga bukan musyrik.

Ia dinamakan Muslim yang durhaka atau al-‘ashi. Mendoakannya pun tidak dilarang. Yang terlarang didoakan setelah kematiannya hanyalah orang musyrik yang mempersekutukan Allah SWT. Demikian, Wa Allah A’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 24 Januari 2003 /21 Dzulqa’dah 1423

ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Mencampur Kuburan Muslim dan Non-Muslim
  2. Membaca Al-Quran di Kuburan
  3. Memperlakukan Makam
  4.  Hukum Memulangkan Jenazah Ruyati
  5. Membaca Yasin untuk Mayat
  6. Tuntunan Ziarah Kubur
  7.  Persamaan Alam Kubur dengan Kuburan
  8.  Jangan Terlalu Salahkan Diri Sendiri
  9. Wasiat  Menguburkan Mayat
  10. Membaca Al-Quran di Kuburan , Bolehkah ?
  11.  Masjid  di  Atas Kuburan
  12. Shalat Jenazah di Kuburan
  13. Hajatan  Kematian
  14. Mengurus Jenazah yang Terkena AIDS
  15. Orang  yang Berhak  Memandikan Jenazah
  16. Wanita Shalat Jenazah
  17.  Shalat Jenazah Berulang
  18.  Mati Bunuh Diri
  19.  Uang Duka
  20.  Mengubur Jenazah Malam Hari
  21. Membuka Tali Kafan
  22. Mengubur Jenazah di Laut
  23. Azan Ketika Penguburan Mayat
About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s