Allah SWT Berada di Kabah ?


Oleh : Ustadz Budi Hata’at

Ustadz, Kabah yang berada di Mekah disebut sebagai rumah Allah (baitullah), lalu apakah Allah SWT berada di rumah-Nya ( Kabah ) tersebut ?

Jawaban :

Arti baitullah  ( rumah Allah ) bukanlah tempat tinggal sebagaimana arti rumah yang kita pahami, sehingga baitullah bukan berarti tempat tinggal atau beradanya Allah SWT. Kata tersebut untuk menunjukkan bahwasanya Kabah itu adalah milik Allah, bukan milik suatu negara, bangsa, madzhab atau golongan tertentu, sehingga seluruh ummat Muslimin berhak untuk datang  dan beribadah mengagungkan-Nya.

Kata rumah Allah pun digunakan untuk menyebut masjid, sebagaimana pada hadits berikut,” Tidaklah suatu kaum berkumpul di buyuutillah ( rumah-rumah Allah ), membaca dan mempelajari al-Quran, niscaya mereka merasakan ketenteraman dan kasih sayang.” ( Shahih Bukhari, hadits nomor 2699 dan Shahih Muslim, hadits  nomor 2699 ). Makna buyuutillah pada hadits di sini adalah masjid. Dengan demikian, masjid adalah tempat milik Allah bukan milik golongan tertentu, bangsa tertentu atau madzhab tertentu. Setiap masjid adalah milik Allah, sehingga terbuka untuk seluruh kaum Muslimin untuk melaksanakan ibadah di dalamnya.

Adapun keberadaan Allah SWT kita tidak mengetahuinya selain dari apa yang diberitahukan-Nya melalui ayat a-Quran maupun hadits Rasul-Nya. Di dalam al-Quran, Allah SWT memberitahukan keberadaan-Nya sebagai berikut, “ Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam ( istiwa ) di atas ‘Arsy.” ( QS. Al-A’raf : 54 ). Pada ayat-ayat lain, Allah SWT pun menginformasikan keberadaan-Nya di tempat yang tinggi ( langit ) sebagaimana pada firman berikut ,”Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkan-Nya.” ( QS Fathir : 10 ).

Demikianlah Allah SWT memberitahukan keberadaan-Nya, bahwa Dia berada di atas  ‘Arasy ( di langit atau ketinggian ). Adapun bagaimana Allah SWT bersemayam ( istiwa ) dan seterusnya, tidak ada informasi lain dari al-Quran maupun  as-Sunnah, dan akal manusia pun tidak akan mampu memikirkan dan membayangkannya. Wallahu a’lam bishshawab 

Sumber : Fiqih Sunnah, Galamedia, Jumat, 21 April 2006/22 Rabiul Awal 1427 H

Gambar : http://budihataat.blogspot.com/

  • Ustadz Budi Hata’at, Lc , Pembina Yayasan Riyadhus Sunnah, Bandung

 ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Budi Hata'at, Fiqih and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Allah SWT Berada di Kabah ?

  1. SI BONCEL MACAN TAMPOMAS says:

    Bukan hanya Kabah atau Masjid Masjid yang merupakan milik Allah, namun seluruh Jagat Raya beserta seluruh isinya adalah milik Allah.
    Kita berada dimanapun adalah tetap berada di tempat milik Allah. Jika demikian, kenapa Kita harus datang Ke Makkah ?.

    Labbaika la syarika laka labbaik, yang artinya tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu.

    Si pemanggil akan memenuhi panggilan si pemanggil dengan terlebih dahulu mendatangi tempat si pemanggil.
    Para Jamaah Haji berduyun duyun pergi ke Makkah tepatnya ke Kabah untuk memenuhi panggilan Allah, ini sudah jelas jelas berkonotasi jika Allah tempat tinggalnya di Kabah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s