Kriteria Kafir


Oleh : M Quraish Shihab

Pak Quraish Shihab yang terhormat. Apakah kriteria ‘kafir’ itu, apakah seorang Muslim yang sudah meyakini rukun iman dan telah menjalankan semua rukun Islam ( walaupun dengan kualitas rendah ) dapat berpredikat kafir, karena tidak pernah baca dan belajar tafsir Quran? Siapa penentu seseorang kafir atau bukan ? Mengapa orang Islam dapat menganggap orang Islam lain kafir ? Adakah rujukannya ?
Terima kasih.

Dwijani , Surabaya

Jawaban :

Al-Quran menggunakan istilah kufur / kafir untuk berbagai makna. Sementara ulama menguraikan lima macam kekufuran, yaitu apa yang mereka namakan kufur juh’d yang terdiri dari dua macam. Pertama, mereka yang tidak mengakui wujud Allah, seperti halnya para ateist dan orang-orang komunis, sedang kufur juh’d kedua adalah mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya antara lain karena dengki iri hati kepada pembawa kebenaran itu.

Kufur ketiga dalam arti tidak mensyukuri nikmat Allah, seperti antara lain yang diisyaratkan oleh firman-Nya, ”Kalau kamu bersyukur pastilah Kutambah untuk kamu (nikmat-Ku) dan bila kamu kafir, maka sesungguhnya siksa-Ku pastilah amat pedih.” ( QS Ibrahim , 14 : 7 ).

Kufur keempat adalah kufur dengan meninggalkan atau tidak mengerjakan tuntunan agama kendati tetap percaya. Ini seperti firman-Nya, ”Apakah kamu percaya kepada sebagian Al-Kitab dan kafir terhadap sebagian lainnya ?”  ( QS Al-Baqarah, 2 : 85 ) dan yang kelima adalah kufur dalam arti tidak merestui dan berlepas diri, seperti firman-Nya, mengabadikan ucapan Nabi Ibrahim kepada kaumnya, “Kami telah kafir kapada kamu dan telah jelas antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya.” (QS Al-Mumtahanah, 60 : 4).

Kekufuran terjadi antara lain karena ketidaktahuan atau pengingkaran terhadap wujud Allah atau karena melakukan satu tindakan, ucapan atau perbuatan yang disepakati oleh ulama berdasar dalil-dalil yang pasti dari Al-Quran dan sunnah bahwa tindakan tersebut identik dengan kekufuran, misalnya menginjak Al-Quran, atau sujud kepada berhala. Sementara ulama mendefinisikan kekufuran dengan pelanggaran khusus terhadap kesucian Tuhan, akibat ketidaktahuan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, atau karena kedurhakaan kepada-Nya.

Dari segi pandangan hukum agama, seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat walau tidak melaksanakan tuntunan agama dan selama tidak ada bukti-bukti konkrit tentang terjadinya apa yang disebut di atas, maka ia adalah seorang Muslim dan tidak wajar dinamai kafir. Rasulullah bersabda,”Tidaklah seseorang menuduh seorang yang lain dengan kefasikan atau kekufuran kecuali tuduhan itu menimpa atasnya kalau yang dituduhnya tidak demikian.” ( HR Bukhari melalui Abu Dzar ).

Demikian , Wa Allah A’lam

Sumber : Quraish Shihab Menjawab ,  Dialog Jumat, Republika, Jumat, 11 Januari 2002 / 27 Syawal 1422

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, M.Quraish Shihab and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s