Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya sering mendengar lafal hadis seperti ini, “Aljannah tahta aqdaamil ummahaat,” yang berarti surga itu di bawah telapak kaki ibu. Apakah hadis tersebut sahih? Soalnya saya kerap mendapati para khatib menyebut-nyebutnya, di sisi lain, ada juga yang mengatakan hadis ini daif. Jadi, mana yang benar, Ustadz?

Hamba Allah

Jawaban :

Hadis dengan lafaz yang disebutkan dalam pertanyaan, diriwayatkan oleh Anas bin Malik, dari Ali bin Ibrahim al-Wasithy dari Mansur bin al-Muhajir dari Abu al-Nadhr al-Abaar dari Anas. Menurut ulama hadis, ini adalah hadis daif yang termasuk ke dalam hadis mungkar sebab diriwayatkan oleh perawi yang lemah dan berlawanan dengan perawi yang dipercaya ( tsiqoh ).

Abu al-Nadhr dan Mansur bin al-Muhajir dalam sanad hadis ini adalah orang-orang yang tidak dikenal. Ada hadis lain yang senada, yaitu “Aljannah tahta aqdaamil ummahaat man syi’na adkhalna wa man syi’na akhrajna.” Artinya, surga itu berada di bawah telapak kaum ibu. Siapa dikehendaki-Nya maka dimasukan-Nya ( ke surga ), dan siapa yang dikehendaki-Nya maka dikeluarkan-Nya ( dari surga ).

Hadis dengan lafaz ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu’afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha’, dari Abul Malih, dari Maimun bin Mahran, dari Abdullah bin Abbas. Al-Uqaili kemudian mengatakan bahwa ini adalah hadis mungkar.

Sebagai penggantinya, gunakanlah hadis yang diriwayatkan Nasai’, Ahmad, Thabrani, Baihaqi, al-Hakim, dan al-Khatib melalui Ibn Juraij dari Muhammad bin Thalhah bin Abdurrahman dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu.”

Beliau berkata, “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab, “Masih.” Lalu, beliau berkata, “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.” Menurut Albani, hadis dari Mu’awiyah bin Jahimah di atas sanadnya hasan, sedangkan al-Hakim menganggapnya hadis sahih dan itu disepakati Imam al-Zahabi.

Banyak riwayat lain yang menganjurkan seorang Muslim berbakti kepada kedua orang tua, khususnya ibu. Seperti hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, dia berkata, “Ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak menerima baktiku?’ ‘Ibumu,’ jawab beliau. ‘Kemudian siapa?’ lanjutnya. ‘Ibumu.’ ‘Lalu, siapa lagi?’ tanyanya lagi. ‘Ibumu.’ ‘Kemudian, siapa lagi?’ ‘Ayahmu,’ jawab beliau.’” ( HR Bukhari dan Muslim ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 17 November 2011/21 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Hadis and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

  1. suroto says:

    ibu adalah wanita luar biasa dalam hidupku………
    rumah buku

    ——————————

    Ya, ibu memang luar biasa bagi setiap orang yang “mengenal” sosok ibu. Dan ibu yang luar biasa adalah ibu yang mengenal diri dan perannya.

  2. Ayu says:

    Tak terbantahkan,bahwa ridho ibu merupakan kunci keberhasilan,janganlah kau mendurhakai ibumu!Karena Azab Allah pasti menantimu!

    ——————————————-

    Seorang anak wajib hormat dan patuh pada ibu, dan ibu pun bisa memaknai dirinya dan perannya sebagai seorang ibu.

  3. Febri says:

    Saya Bertnya,Ada seorang ibu yg Sukarno menyumpahi anaknya walaupun anaknya tdk bersalah,kalau keiinginan ibu itu tdk dituruti,ct si ibu minta uang yg jmlhnya diluar batas kemmampuan anaknya laki2nya padahal anaknya punya kewajiban menafkahi istrinya,Dan memang benar anaknya tdk pny uang sm sekali tp si ibu tetap memaksa sampai menyumpahi anaknya krn tdk Ada uang,Bagaimana ibu sprti ini,siapa yg berdosa,apa yg harus diperbuat anaknya,apa hukum2 islmnya

    ——————————————-

    Seseorang hanya wajib patuh kepada ibunya sepanjang ibunya itu berada di jalan Allah. Bila perintah atau permintaannya tidak sesuai dengan ajaran Allah seorang anak tidak boleh mematuhinya.

  4. yani shomad says:

    Alhamdulillah… Bundaku adalah sosok yang sangat gigih dan tangguh. walaupun beliau tidak pernah mengenyam masa sekolah, tapi beliau telah berusaha mendidik kami semua putra-putrinya dengan pendidikan agama dan dunia.
    jazakillah khoirun katsiro bunda Hj wasem, semoga anda barokah dalam hidupnya, khusnul khotimah dan menjadi Ahli Syurga Allah… Aamiin Ya Rabb.

    Tak lupa pula untuk Ayahanda Alm. H. Rumli Abdul Somad, kami mendoakan semoga di berikan rahmat dan ketenangan di dalam alam kuburnya, diampuni segala khilaf selama hidupnya dan menjadi ahli Syurga Allah… Aamiin ya Rabb..
    (ku bisikan doa ini dengan tetesan air mata, kabulkanlah Ya Rabb…. )

    —————————————————-

    Amin ya Rabb al-’Alamin

  5. Andra maula says:

    Semoga Alloh azza wajalla mengabulkannya amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s