Apakah Makna Hari Tasyrik Itu ?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, katanya tanggal 11-13 Dzulhijjah itu adalah hari-hari tasyrik, sebenarnya apa maknanya? Mengapa dinamakan dengan hari tasyrik dan apa kelebihan-kelebihannya dibandingkan hari lainnya? Mengapa pada hari itu kita diharamkan berpuasa? Mohon penjelasannya, Ustadz.

Hadi P – Yogyakarta

Jawaban :

Hari tasyrik adalah tiga hari setelah hari Idul Adha yaitu hari-hari pada 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah dalam tahun Hijriah. Ada tiga pendapat ulama mengenai sebab mengapa hari-hari tersebut dinamakan tasyrik. Pertama, karena pada hari-hari itulah umat Islam yusyriqun  ( menjemur ) daging kurban mereka.

Kedua, karena hewan-hewan kurban tidak disembelih kecuali setelah matahari yusyriq  (terbit). Ketiga, karena shalat Id dilaksanakan setelah syuruq ( terbit )-nya mata hari dan hari-hari tasyrik itu mengikuti hari Id tersebut. Hari-hari tasyrik inilah yang dimaksudkan dengan hari saat kita diperintahkan banyak berzikir kepada Allah SWT.

“Dan berzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang ditentukan ( ma’dudat / tasyrik ). Maka, barang siapa yang ingin cepat ( berangkat dari Mina ) sesudah dua hari, maka tiada dosa atasnya. Dan, barang siapa yang ingin menangguhkan, maka tiada dosa pula atasnya bagi orang yang bertakwa.” ( QS al-Baqarah [2] : 203 ).

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas menjelaskan, ayyamun ma’lumat adalah 10 hari awal bulan Dzulhijjah sedang kan ayyamun ma’dudat adalah hari-hari tasyrik yang disebut juga hari Mina karena pada hari-hari itulah jamaah haji menetap di Mina.

Ia juga hari-hari raya bagi umat Islam yang sangat diagungkan dan kita diharamkan berpuasa. Sebab, hari itu merupakan hari makan dan minum serta berzikir kepada Allah SWT. Pada hari itu, diharamkan bagi umat Islam berpuasa kecuali jamaah haji yang me laksanakan haji tamattu’ dan qiran serta ia tidak mampu menyembelih hadyun yang diwajibkan atasnya ( dam ), ia juga belum berpuasa pada hari-hari sebelumnya. Wallahu a’lam bish shawab

Judul Asli : Apakah Hari Tasyrik?

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 9 November  2011 / 13 Dzulhijjah 1432

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji, Kurban and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s