Keutamaan Berkurban


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, keluarga saya tergolong mampu berkurban namun karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran sehingga selama ini tidak pernah berkurban. Apakah dalil-dalil yang dapat saya gunakan untuk memotivasi diri dan keluaga saya agar mau berkurban?

Haryadi - Sumedang

Jawaban :

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” ( QS al-Kautsar [108] : 2 ). Berkurban adalah ibadah yang agung karena disejajarkan dengan shalat dan perintah Allah untuk berkurban kepada Muhammad SAW adalah sebagai bentuk syukur beliau atas kautsar ( nikmat yang sangat banyak ) dari Allah.

Ibnu Taimiyyah menafsirkan ayat kedua surah al-Kautsar seperti berikut, “Allah memerintahkan Rasulullah mengumpulkan dua ibadah yang agung ini, yaitu shalat dan menyembelih kurban yang menunjukkan sikap taqarrub ( mendekatkan diri ), tawadu (rendah hati), merasa butuh kepada Allah, husnuzan ( prasangka baik ), keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah SWT .…”

Syariat kurban adalah cara agung membesarkan nama Allah dan bentuk syiar atau perayaan Islam yang diperintahkan-Nya. Hal inilah yang membedakan antara Islam dan budaya pagan dalam melakukan perayaan.

Dalam hadis-hadis Rasulullah diterangkan beberapa keutamaan berkurban, pertama, berkurban akan mendatangkan kecintaan Allah dan membersihkan jiwa orang yang berkurban, di mana tanduk, kuku, dan bulu-bulunya akan membawa kesaksian untuknya.

Dari Aisyah, Rasulullah bersabda, “Tidak ada perbuatan keturunan Adam pada Idul Adha yang paling dicintai  Allah, selain menyembelih hewan kurban. Kelak hewan kurban itu akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, juga bulu-bulunya ( sebagai saksi kebaikan bagi yang melakukannya ). Dan sesungguhnya  darah hewan kurban itu, akan jatuh di sebuah tempat terlebih dahulu ( maksudnya akan diterima oleh Allah lebih dahulu ) sebelum darah itu jatuh ke tanah, sehingga hewan kurban itu memberikan banyak kebaikan kepada jiwa-jiwa yang melakukannya.” ( HR  Ibnu Majah dan Tirmizi ) .

Kedua, mendatangkan kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban bagi yang melaksanakannya. Dari Zaid bin Arqam berkata, “Ya Rasulullah, ada apa dengan berkurban?” Rasulullah bersabda, “Mengikuti sunah nenek moyang kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya lagi, “Apa keutamaannya bagi kami?” Rasulullah bersabda, “Pada setiap helai bulunya ada kebaikan ( pahala) .” Mereka bertanya lagi, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan bulu wol ( bulu domba )?” Rasulullah SAW menjawab, “Setiap bulu wolnya juga ada kebaikan ( pahala ).”  ( HR Ahmad, Ibnu Majah ).

Ketiga, ibadah kurban adalah salah satu standar penting kualitas shalat dan keislaman seorang Muslim. Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa dalam kelapangan             ( rezeki ), lalu ia tidak berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami. ( HR Ahmad dan Ibnu Majah ). Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 5 November  2011 / 9 Dzulhijjah 1432

Gambar : http://fian-zoner.blogspot.com/

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Kurban and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s