Amalan Hari Arafah


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, pada saat wukuf, seluruh jamaah berdiam diri di Arafah. Sebaiknya apa yang harus dibaca atau diamalkan saat itu?

Muhammad Amin, Tangerang Selatan

Jawaban :

Al hajju Arafah, haji adalah Arafah ( HR Ibnu Hibban ). Hadis ini teramat masyhur saat pelaksanaan haji. Wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji. Sebab, dia adalah salah satu rukun haji, maka tak sah haji seseorang bila ia tidak hadir di Arafah untuk wukuf meski apa pun kondisi jemaah. Bahkan, tidak hanya yang sakit ringan, orang yang sedang sekarat pun dibawa hadir ke Arafah meski hanya sesaat demi menuntaskan rukun haji yang puncak ini.

Karena wukuf di Arafah adalah amalan haji yang amat penting, pada artikel kali ini akan diketengahkan amalan-amalan yang mesti dilakukan oleh jamaah haji yang berwukuf di sana tahun ini.

Menurut Jabir bin Abdullah ra, sebagaimana terdapat dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan An Nasa’i, pada hari Arafah Rasulullah SAW mengerjakan beberapa hal.

Pertama,berangkat dari Mina menuju Arafah pada pagi hari tanggal 9 Dzulhijjah. Beliau berangkat menuju Arafah dengan mengendarai kendaraan ( unta ) saat matahari terbit pada pagi itu. Perjalanan ini diisi dengan talbiyah, tahlil, dan takbir.

Kedua, khotbah Arafah. Khotbah Arafah beliau sampaikan saat matahari sudah tergelincir dan sebelum pelaksanaan shalat. Ketiga, shalat Zhuhur dan Ashar. Kedua shalat ini beliau lakukan bersama para sahabat dengan cara jamak ( mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu ) dengan sekali azan dan dua ikamah. Tidak ada shalat lain yang beliau lakukan.

Keempat, wukuf di Arafah menghadap kiblat. Semua aktivitas wukuf beliau lakukan di tempat terbuka tak beratap. Kelima, memperbanyak ibadah. Seperti zikir, istighfar, doa, tilawah Al-Quran, dan semua ibadah yang bernilai kebaikan di sisi Allah SWT.

Keenam, meninggalkan tempat wukuf saat matahari sudah benar-benar tenggelam. Kemudian Rasulullah SAW menyudahi ibadahnya di Arafah lalu bertolak menuju Masy’aril Haram           ( Muzdalifah dan Mina ) untuk merampungkan seluruh rukun dan wajib haji yang tersisa.

Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada hari yang paling Allah SWT sukai kecuali 10 hari awal di bulan Dzulhijjah. Tidak ada hari yang paling utama di sisi Allah SWT kecuali hari Arafah. Saat itu, Allah SWT turun ke langit dunia. Hari itu, Allah SWT membanggakan orang yang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat yang berada di langit. Allah SWT berfirman, “Perhatikanlah, para hamba-Ku itu yang datang kepada-Ku dengan tubuh lesu dan lusuh. Mereka datang dari penjuru dunia yang jauh. Semuanya berharap rahmat-Ku dan memohon perlindungan dari azab-Ku. Maka, tidak ada hari di mana manusia paling banyak dibebaskan dari ancaman neraka, melainkan hari Arafah.”  ( dalam kitab Mawarid Azh Zham’an dan Shahih Ibnu Hibban ). Wallahu a’lam.’■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Ahad, 16 Oktober 2011/18 Dzulqaidah 1432

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s