Cara Wanita Haid Berhaji


Oleh : Ustadz Bobby Herwibowo

Ustadz, kalau saat menjalankan ibadah haji seorang perempuan mengalami haid, apakah hajinya sah atau bagaimana? Mohon penjelasannya.

Indah Nurqomariah, Mojokerto

Jawaban :

Tidak menjadi halangan bagi wanita haid untuk melaksanakan seluruh ritual ibadah haji, seperti ihram, wukuf, jumrah, tahalul, dan lain-lain, kecuali tawaf di Baitullah. Bahkan, meski tawaf tidak diperkenankan bagi wanita haid, sai diperbolehkan bagi mereka sebab Mas’a ( tempat sai ) bukan termasuk bagian masjid. Ini menurut pendapat yang sahih.

Kondisinya akan berbeda bila meski tawaf  ifadhah sudah ditunda pelaksanaannya bagi wanita haid, namun waktu perjalanan dan jadwal penerbangan sudah amat mendesak, sedangkan wanita tersebut belum bersih dari haid. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan :

Pertama,  mewakilkan tawaf  ifadhah kepada orang lain. Orang yang menjadi wakil melakukan tawaf atas dirinya terlebih dahulu, lalu ia tawaf tujuh putaran lagi bagi wanita haid yang mewakilkan dengan niat inabah ( mewakilkan ).

Kedua, menggunakan obat penunda haid.  Bila ternyata obat itu efektif dalam menunda haid, wanita bersangkutan diperkenankan mandi bersih dan melakukan tawaf saat haidnya terhenti.

Ketiga, tawaf pada saat darah haid tidak keluar. Saat itu, ia diperkenankan untuk mandi dan melakukan tawaf  ifadhah. Hal ini selaras dengan salah satu pendapat imam Syafi’i dan didukung oleh Imam Malik, Imam Ahmad bin Hanbal, para pengikut mazhab Hambali dan Syafi’i, sebagaimana dikutip oleh Imam an Nawawi dalam kitabnya Al Majmu’.

Keempat, menggunakan pembalut. Bila kondisi dan jadwal perjalanan begitu sempit, wanita haid diperkenankan untuk mandi dan menggunakan pembalut, lalu melakukan tawaf. Penggunaan pembalut diperkenankan dalam hal ini agar tidak mengotori masjid dan mengganggu Muslimin lain yang berada di sana. Pendapat ini didukung oleh Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim. Wallahu A’lam.■

Sumber : Jurnal Haji 1432 H,  Republika, Sabtu, 8 Oktober 2011/10 Dzulqaidah 1432 H

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bobby Herwibowo, Haji and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s