Puasa Syawal Dulu atau Bayar Utang Ramadhan?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Pak Ustadz, pada bulan Syawal ini, mana yang lebih baik saya lakukan sebagai Muslimah, membayar utang puasa wajib Ramadhan dulu baru melanjutkannya dengan puasa sunah atau bolehkah saya mendahulukan puasa sunah Syawal kemudian membayar utang Ramadhan? Dan, apa hukumnya kalau saya puasa Syawal dulu dan membayar utang puasa Ramadhan pada bulan-bulan berikutnya?

Jawaban :

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian menyusulkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka bagaikan telah berpuasa sepanjang tahun.” ( HR. Muslim ).

Berdasarkan hadis tersebut, para ulama menjelaskan bahwa yang benar adalah tidak boleh berpuasa Syawal sebelum membayar utang puasa Ramadhannya, dengan alasan:

1. Perkara wajib harus didahulukan daripada yang sunah. Oleh karena itu, dengan menyegerakan pelunasan utang puasa Ramadhan berarti menyegerakan ketaatan yang lebih prioritas.

2. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa puasa Syawal mengikuti ( fa’atba’ahu ) puasa Ramadhan, bukan sebaliknya. Keutamaan puasa Syawal bagaikan telah berpuasa selama setahun adalah jika dikerjakan setelah menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu.

3. Seandainya untuk membayar utang puasa Ramadhan menghabiskan seluruh hari yang ada di bulan Syawal ( misalnya, nifas, sakit, perjalanan jauh ), maka puasa Syawal dapat dikerjakan pada bulan Dzulqaidah. Kecuali, jika karena kelalaian, lalu habislah kesempatan hari pada bulan Syawal, pada orang ini tidak dibenarkan untuk menggantinya di bulan Dzulqaidah.

Namun, menurut Mahzab Hanafiah, ibadah fardhu itu ada dua macam, yaitu fardhu mu’ayyan      ( tertentu ). Fardhu ini, misalnya, puasa Ramadhan pada waktunya ( ada’ ). Satu lagi, fardhu ghairu mu’ayyan ( tidak ditentukan ), misalnya, puasa qadha Ramadhan. Rentang waktu untuk membayarnya adalah sebelum datang Ramadhan tahun berikutnya.

Dalam hal ini, berarti boleh menjalankan puasa Syawal selama enam hari sebelum melaksanakan puasa qadha Ramadhan walaupun tidak berturut-turut. Meskipun berturut-turut, itu lebih afdal. Karena, puasa Syawal termasuk sunah yang mu’ayyanah (ditentukan waktunya). Sementara, qadha Ramadhan termasuk ibadah fardhu ghairu mua’yyan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 5 September 2011/6 Syawal 1432 H

Ilustrasi : mediasalaf.com

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Puasa Syawal Dulu atau Bayar Utang Ramadhan?

  1. Wirzal says:

    Pak ustadz.. Sy mau tanya.. Bulan Ramadhan lalu sy ada batal puasa ramadhan krna sakit 4 hari.. Dan bersamaan pada bulan Ramadhan tersebut saya pun brnazar puasa 3 hari karna sesuatu hal.. Yang mau saya tanya kan mana yang harus saya dulu kan.. Bayar hutang puasa ramadhan atau bayar hutang puasa nazar? Apa ada batas waktu nya tuk bayar hutang puasa nazar ?

    ————————————————-

    Melaksanakan nazar merupakan suatu kewajiban yang harus disegerakan, kalau ditentukan waktunya, misalnya Syawal, maka harus dilakukan pada bulan tersebut. Sedangkan waktu puasa qadha Ramadhan sampai akhir bulan Sya’ban. Tapi qadha pun harus disegerakan , kecuali kalau ada halangan yang tidak memungkinkan untuk puasa.

  2. melly says:

    assalammualaikum pak ustadz saya mau tanya ..
    tahun 2009 lalu saya ada bolong puasa ramadhan sbanyak 13hari karna waktu itu saya kena musibah kcelakaan ,,harus d rawat dan tidak d bolehkan berpuasa ..
    dan sampai skarang puasa nya belum saya bayar ..
    saya pernah tanyakan hal ini dengan bberapa orang yg pintar agama ,,ttapi jawaban nya bbeda ..
    ada yg bilang hanya mbayar puasa qadha saja ..
    ada yg bilang mbayar puasa qadha dan fidyah ..
    ada yg bilang hanyA puasa qadha tapi puasa nya di dobel ..
    dari smua jawaban itu mana yg benar ustadz?
    mohon bantuan nya ..
    trimakasih ..assalammualaikum

    —————————————————–

    Waalaikumussalam,

    Kalau kita sakit dan menurut dokter tidak boleh puasa, maka kita jangan berpuasa, karena kalau kita puasa bisa saja memperlambat kesembuhan, sehingga bisa-bisa kita tidak berpuasa lebih lama.

    Tapi kalau sudah sembuh seharusnya kita segera menggganti ( mengqadha ) puasa yang bolong itu secepatnya, jangan ditunda-tunda bila tidak ada alasan untuk menundanya.

    Memang ada perbedaan pendapat apabila puasa Ramadhan belum diqadha lewat satu tahun ( sudah Ramadahan lagi ). Ada yang menyebutkan harus qadha plus fidyah, ada juga yang menyataqan qadha saja. Tapi pendapat yang kedua, katanya, lebih kuat.

    Oleh karena itu secepatnya Anda mengqadha puasa yang tertinggal itu dan beristighfar ( mohon ampun kepada Allah ) karena Anda telah melalaikan kewajiban, dan perbanyaklah puasa sunnah. Wallahu a’lam.

    Wassalam.

  3. Ani marlina.. says:

    assalamualaikum pak ustad..
    Saya mau tanya..
    Dari smp saya tidak pernah mengqadha puasa saya karna saya dulu agak bandel..
    sekarang saya sudah bekerja dan saya sadar ingin mengqadha puasa saya..tapi saya tidak tau berapa jumlah puasa yang harus saya qadha..jika seperti itu bagaimana..??
    mohon bantuannya..
    terimakasih..

    • Ani says:

      kasusnya sama kya mbk Ani sya p.ustad, tlong dijawab ya?
      krn sya tdk mau kelak meninggal dgn dosa dr puasa2 yg blm dbyar tsb.
      terima kasih.

      —————————————————

      Wassalamu’alaikum wr. wb

      Untuk Ani & Ani

      Berapa banyak hari yang tertinggal tidak puasa, sebanyak itu pula Anda harus mengqadha. Kalau tidak ingat berapa banyak tidak berpuasa, berpuasalah Anda dengan niat qadha ( mengganti ) puasa yang terlewat itu kira-kira sebanyak hari yang terlewatkan. Perbanyak juga puasa sunah.

      Tapi, sebelumnya Anda harus bertobat ( kembali ke jalan Allah ) dengan menyesali dan tidak akan mengulanginya lagi. Sekarang masih ada waktu, bisa Anda gunakan untuk berpuasa. Semoga Anda tetap dalam rahmat-Nya.

  4. lana says:

    Assalamualaikaum
    Kapan sih batas waktu qadha puasa?
    teman saya mau mengqadha puasa tapi dia melaksanakannya beberapa hari sebelum puasa romadhon. boleh tidak usatdz? karna kata beberapa teman saya yang lain, mengqadha puasa tidak boleh pada bulan sya’ban.

    terima kasih jawabanya
    walaikum salam

    ————————————————————–

    Wa’alaikumussalam,

    Waktu qadha puasa itu sampai akhir bulan Sya’ban, jadi tidak ada larangan puasa pada akhir bulan Sya’ban ini. Tapi sebaiknya qadha itu dilakukan secepatnya setelah Idul Fitri, karena siapa tahu ketika menjelang Ramadhan lagi kita ada halangan, sakit, hamil, melahirkan , menyusui dll. , padahal belum selesai qadha.

    OK, semoga kita mendapat berkah Ramadhan. Amin.

    Wassalam.

  5. keri says:

    asslamukaikum pak ustad saya bayar puasa ramadhan tapi bertempat puasa rajab atau bulan rajab apakah bayar puasa ganti.. Pada bulan rajab mohon info pak ustad
    wassalam

  6. shelin says:

    pak ustadz , bolehkah membaya puasa ramadhan pada waktu puasa sunnah syawal ? Mohon di jawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s