Hukum Perempuan Shalat di Masjid


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Ustadz, sewaktu itu, saya ingin shalat tarawih di masjid. Namun, tiba-tiba, bapak saya menyatakan, “Lebih baik perempuan shalat di rumah.” Yang saya tahu, konteks itu biasanya untuk shalat lima waktu.

Apakah ada hadis atau ayat Al-Quran yang menegaskan pernyataan di atas dalam shalat tarawih di masjid bagi kaum hawa ? Dan lebih baiknya saya mengikuti yang mana ? Mohon penjelasannya, Ustadz. Terima Kasih.

Giska, Bekasi

Jawaban :

Banyak sekali hadis yang menganjurkan agar wanita shalat di rumahnya, antara lain:
1. Sebaik-baik masjid bagi wanita adalah kamar rumah-rumah mereka ( HR Ahmad, At Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan al Hakim ).

2. Shalatnya wanita di kamarnya lebih baik daripada shalat di rumahnya dan shalatnya di rumah lebih baik dari shalat di halamannya, dan shalat di halamannya lebih baik dari shalatnya di masjid masyarakatnya ( HR At Thabrani ).

3. Janganlah kamu sekalian melarang wanita-wanitamu untuk pergi ke masjid dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka ( HR Abu Daud dari Ibnu Umar ).

Hadis-hadis di atas menunjukkan bahwa wanita diperbolehkan untuk shalat di masjid, tetapi shalat mereka di rumah lebih baik. Semakin jauh dari mata yang melihatnya, shalat mereka lebih baik. Ini berkaitan dengan shalat mereka.

Berbeda masalahnya dengan kepergian wanita ke masjid untuk menuntut ilmu atau mendengarkan ceramah, umpamanya. Bila mereka tidak bisa belajar tentang agamanya di rumahnya melalui radio, TV atau kaset, mereka harus pergi ke masjid untuk menuntut ilmu dan tidak boleh dilarang. Hal ini disarikan dari hadis nomor 3 di atas.

Di sana, ada hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim: “Apabila wanita-wanita kamu minta izin untuk ke masjid, izinkanlah.” Namun, semua itu dengan syarat dapat izin suami dan tidak khawatir adanya fitnah dan si wanita bisa berpegang teguh dengan adab-adab syara’.

Pada masa Rasulullah SAW, para wanita komitmen dengan agamanya, tetapi sepeninggal Rasulullah SAW, sebagian wanita meremehkan adab-adab syar’i tersebut sehingga Siti Aisyah berkata, “Seandainya Rasulullah SAW menyaksikan hal-hal baru yang dilakukan wanita ( sepeninggalnya ), pasti akan melarang mereka pergi ke masjid sebagaimana dilarangnya wanita-wanita bani Israil.” ( HR Muslim ).

Imam Nawawi menafsirkan “hal-hal baru” yang dilakukan wanita dengan menggunakan perhiasan, minyak wangi, dan baju yang indah. Oleh sebab itu, ada penegasan Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud, “Janganlah kamu melarang wanita-wanita hamba Allah dari masjid. Hendaknya mereka keluar tanpa berhias. Dan Rasulullah bersabda, “Bila salah seorang wanita dari kamu pergi ke masjid, jangan menggunakan minyak wangi.” ( HR Imam Muslim ).

Ibnu Khuzaimah dalam hadis sahihnya meriwayatkan, “Allah tidak menerima shalat wanita yang keluar ke masjid, sedangkan bau wanginya semerbak sehingga dia pulang dan mandi.”

Dengan jawaban ini, Mbak Giska bisa memilih mana yang afdal. Kalau cuma untuk shalat, sebaiknya jangan  pergi ke masjid, tapi kalau punya tujuan untuk mendengarkan ceramah atau menuntut ilmu, tidak dilarang untuk pergi ke masjid. Wallahu a’lam.

Sumber : Konsultasi Puasa, Republika, Kamis, 25 Agustus 2011/25 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Fiqih, Ramadhan, Shalat and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s