Mandi Besar Saat Ramadhan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya ingin menanyakan seputar mandi besar setelah berhubungan suami istri pada malam bulan Ramadhan. Apakah harus dilakukan sebelum imsak, ataukah boleh sesudah imsak ( maksudnya sebelum shalat Subuh ) ? Terima kasih.

Haryono, Tangerang Selatan

Jawaban :

Dihalalkan bagi orang yang berpuasa Ramadhan untuk mencampuri istrinya di malam hari sebagaimana firman Allah berikut: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka, sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai ( datang ) malam, ( tetapi ) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” ( Al-Baqarah: 187 ).

Mandi besar ( junub) pada bulan Ramadhan tidak ada kaitannya dengan imsak. Jika dalam keadaan terbangun, sebaiknya dikerjakan sebelum azan shalat Subuh karena berkaitan dengan shalat Subuh tepat waktu dan berjamaah di masjid. Jika dalam keadaan ketiduran dan terbangun setelah lewat shalat Subuh, tidak memengaruhi ( membatalkan ) nilai puasa. “Dari Aisyah dan Ummu Salamah bahwa Rasulullah SAW mendapati waktu fajar, sedangkan beliau dalam keadaan junub. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” ( Bukhari dan Muslim ).

Beberapa hal yang haram dilakukan oleh orang yang berjunub adalah shalat, tawaf, menyentuh atau membawa mushaf, membaca Al-Quran ( menurut jumhur ulama) , dan berdiam diri di masjid. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 9 Agustus  2011 / 9 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

Entri terkait:

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Mandi Besar Saat Ramadhan

  1. sopian muamar says:

    alhamdulillah n sukron sngat berharga

  2. hamba Allah says:

    trima kasih

  3. An@nk kur@u says:

    Kalau junub jam 7 pagi lalu terus berpuasa apakah puasanya sah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s