Membaca Al-Quran Secara Online 


Oleh : KH Achmad Satori Ismail

Ustadz, saya mau tanya, apakah boleh membaca Al-Quran secara online ? Hukumnya bagaimana ?

Misalnya saja, sedang menunggu kereta atau mobil kita sambil membaca Al-Quran yang sudah tersedia di handphone ( HP) kita atau saya sedang di kantor membaca Al-Quran melalui laptop, sedangkan saya tidak sedang berpakaian secara suci dalam arti berkerudung dan saya tidak mengambil wudhu terlebih dahulu. Apakah amal ibadah saya dalam membaca Al-Quran seperti itu di bulan Ramadhan ini diterima dan mendapatkan pahalanya?

Terima kasih, Pak Ustadz.

Winda Safitri , Citayam, Kp. Kelapa

Jawaban :

Membaca Al-Quran secara online dibolehkan, yang penting bacaannya sesuai dengan aturan tajwid. Sungguh indah bila Anda bisa melakukannya seperti yang Anda ceritakan dan akan dapat pahala berlipat ganda.

Apalagi, ketika bulan Ramadhan, kita disunahkan untuk memperbanyak tilawah Al-Quran. Jadi, di mana saja dan kapan saja Anda bisa membaca Al-Quran melalui apa yang tertulis dalam HP, laptop, atau iPad atau sarana lainnya dengan syarat, mengikuti aturan syar’inya dan tata krama tilawah Al-Quran. Di antara tata krama tersebut adalah:

  • Membaca dengan ikhlas dan bertujuan untuk bertaqarub  kepada Allah, tidak untuk riya.
  • Membaca ta’awwudz pada awal, lalu membaca basmalah bila membaca dari permulaan surah selain surah at-Taubah.
  • Disunahkan membacanya dalam keadaan berwudhu, tapi kalau memegang mushaf diwajibkan dalam keadaan berwudhu atas dasar sabda Rasulullah SAW: tidaklah boleh memegang mushaf /Al-Quran, kecuali dalam keadaan suci ( HR ad Darimi dalam kitab Sunan Ad Daarimi dan Imam Malik dalam kitab Muwathonya ).
  • Sebaiknya, duduk dengan baik dan berpakaian yang sopan dan menghadap kiblat dan di tempat yang layak sesuai dengan keagungan Al-Quran.
  • Disunahkan untuk membacanya penuh tadabur dan konsentrasi. Jangan dipotong dengan omongan manusia atau sambil ngobrol.
  • Bila sendirian atau tidak mengganggu orang lain, disunahkan membacanya dengan suara yang indah.
  • Bila ada orang lain yang sedang membaca Al-Quran atau shalat, sebaiknya membacanya dengan perlahan yang tidak menggangu mereka.
  • Tidak membaca Al-Quran dengan gaya seperti menyanyikan lagu-lagu.
  • Di antara adab tilawah adalah berhenti membaca saat menguap, karena tilawah sedang bermunajat dengan Allah, sedangkan menguap dari setan.
  • Sebaiknya, kalau ada ayat tentang rahmat Allah, berhenti sejenak untuk meminta rahmat-Nya, dan bila membaca ayat tentang siksa, berhenti untuk berlindung dari siksa-Nya.

Selamat memperbanyak tilawah Al-Quran, semoga kita mendapatkan ampunan Allah dan dilepaskan dari siksa neraka. Amiin.

Sumber : Konsultasi Puasa, Republika, Ahad, 7 Agustus  2011  / 7 Ramadhan 1432 H

ΩΩΩ

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Achmad Satori Ismail, Al-Quran, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s