Istiqamah dalam Ibadah


Oleh : KH. A Cholil Ridwan

Pak kyai, saya shalat tapi saya juga sering maksiat, saya coba untuk tetap konsisten dalam ibadah, tapi selalu tergoda untak maksiat lagi. Cara apa yang harus saya lakukan supaya konsisten dalam ibadah?. Terimaksih.

Hamba Allah, Bogor +6285811597996

Jawaban:

Istiqamah adalah sikap hidup yang harus ditempuh seorang Muslim dalam menjalani kehidupan ini. Ia berjalan lurus ke depan meraih keridhaan Allah tanpa menengok lagi ke jalan yang lain.  Menurut Imam Al Qurthubi, istiqamah adalah terus menerus di suatu arah tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri; maka tetap istiqamahlah dalam menaati perintah Allah.

Abu Amru Sufyan  bin Abdullah As Tsaqafi ra pernah meminta nasihat kepada Rasulullah saw untuk  memandu jalan hidupnya. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu kalimat yang menyimpulkan pengertian Islam, sehingga saya tidak perlu bertanya kepada yang lain.” Kemudian Rasulullah Saw menjawab, “Katakanlah aku percaya kepada Allah, kemudian tetaplah lurus ( istiqamah / konsisten ) dengan pengakuan itu.” ( HR. Muslim )

Dalam kitab Riyadhus Sholihin, Imam an Nawawi menjelaskan maksud kalimat Rasulullah saw di atas  dengan kalimat “Perbaharuilah imanmu dengan penuh kesadaran, dengan bentuk ucapan yang disertai pengertian dan tanggung jawab atas pengakuan ucapan tersebut.”

Sikap istiqamah merupakan perintah dari Allah Swt sebagaimana firman-Nya: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” ( QS. Huud [11] : 112 )

Kiat Agar Tetap Istiqamah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kita selalu istiqamah dalam beribadah dan tetap teguh dalam keimanan.

Pertama: Pahami dan amalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Allah Swt berfirman, “Allah meneguhkan ( iman ) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” ( QS. Ibrahim [14] : 27 )

Kedua: Kaji ( tadabbur ) Al Qur’an terus menerus. Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Allah Swt berfirman: “Katakanlah: “Ruhul Qudus ( Jibril ) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan ( hati ) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri ( kepada Allah )”. ( QS. An Nahl [16] : 102 )

Ketiga: Sungguh-sungguh ( Iltizam ) dan terus menerus ( istimrar) dalam menjalankan syari’at Allah. Dalam beribadah, hendaknya kita senantiasa melakukannya secara terus menerus ( kontinyu ) meskipun sedikit. Istri Rasulullah Saw, ‘Aisyah ra, mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit.”

Imam An Nawawi  mengatakan, “Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun terus menerus dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Khaliq. Amalan sedikit namun konsisten dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat.”

Keempat: Bacalah kisah-kisah orang shalih sehingga bisa dijadikan teladan dalam istiqamah. Dalam Al Qur’an banyak diceritakan kisah-kisah para nabi, rasul, dan orang-orang yang beriman yang terdahulu. Kisah-kisah ini Allah jadikan untuk meneguhkan hati Rasulullah Saw ketika menghadapi permusuhan orang-orang kafir.

Kelima: Perbanyak doa pada Allah agar diberi keistiqamahan. Di antara sifat orang beriman adalah selalu memohon dan berdoa kepada Allah agar diberi keteguhan di atas kebenaran. Dalam Al Qur’an, Allah Swt memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdoa kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian.

Keenam: Bergaullah dengan orang-orang shalih. Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar  (jujur).” ( QS. At Taubah [09 ] : 119 ). Rasulullah Saw juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

Demikian beberapa kiat agar kita bisa istiqamah dalam beribadah dan teguh dalam keimanan. Semoga Allah memberikan sifat keistiqamahan kepada kita semua dalam menapaki kehidupan ini hingga hari kiamat kelak. Amin ya Rabbal alamin.■

Sumber : Konsultasi Ulama, Suara Islam, Edisi 117,  20 Sya’ban – 5 Ramadhan 1432 H / 22 Juli – 5 Agustus 2011 M

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Agar Istiqamah
  2. Pengertian Istiqamah
About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in A. Cholil Ridwan, Akhlak, Ibadah and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s