Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Sya’ban?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, mohon penjelasan, ada hadis yang bunyinya begini, Rasulullah bersabda: “Jika telah masuk pada pertengahan bulan Sya’ban, janganlah kalian berpuasa.” Abu ‘Isa berkata, hadis Abu Hurairah ini merupakan hadis hasan sahih.

Pertanyaan saya, apakah saya tidak boleh melanjutkan kebiasaan saya shaum Senin dan Kamis setelah Nisfu Sya’ban? Bagaimana dengan orang yang berutang puasa dan ingin membayarnya setelah Nisfu Sya’ban?

M Arif, Jakarta

Jawaban :

Boleh melanjutkan kebiasaan berpuasa pada hari-hari setelah Nisfu Sya’ban bagi orang yang telah terbiasa puasa Senin dan Kamis sebelumnya. Dan, boleh pula membayar utang puasa wajib yang ditinggalkan pada Ramadhan tahun lalu pada hari-hari setelah Nisfu Sya’ban menjelang Ramadhan.

Adapun maksud hadis di atas menurut sebagian ulama ialah jika seseorang tidak terbiasa berpuasa Senin dan Kamis, kemudian ketika masuk pertengahan bulan Sya’ban, baru ia mulai berpuasa karena ( menyambut ) Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian berpuasa beberapa hari menjelang bulan Ramadhan kecuali jika bertepatan dengan hari puasa yang biasa kalian lakukan.” (HR Tirmidzi).

Untuk mempertegas kebolehan di atas, Ummu Salamah ra menceritakan: “Tidak pernah Nabi SAW berpuasa ( sunah ) sebulan penuh dalam setahun kecuali di bulan Sya’ban di mana Baginda menyambungnya dengan Ramadhan.” (HR Imam Abu Daud dan an-Nasai).

Aisyah ra juga menceritakan: “Rasulullah SAW terkadang terus-menerus berpuasa hingga kami menganggap Beliau tidak berbuka langsung, dan terkadang Beliau terus-menerus berbuka hingga kami menganggap Beliau tidak berpuasa langsung. Namun, aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh, tetapi pada bulan Ramadhan. Dan, aku tidak pernah melihat Beliau paling banyak berpuasa sebagaimana Beliau berpuasa di bulan Sya’ban.” ( HR Imam Bukhari dan Muslim ). Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 21 Juli  2011 /  19 Syaban 1432

Penjelasan Nisfu Sya’ban oleh Ust. Bachtiar Nasir :

Published on Jul 8, 2012 by AQLIslamicCenter

 ΩΩΩ

Silakan Baca Juga :

1. Nisfu Sya’ban

2. Tradisi Ruwahan

3. Munggahan Ramadhan

4. Keutamaan Sya’ban

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Ibadah, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bolehkah Puasa Setelah Nisfu Sya’ban?

  1. Rita says:

    blognya bener2 bagus pak ustad,,, brarti intinya boleh ya bayar puasa ramadhan menjelang bln ramadhan (setelah nisfu syakban) walaupun tidak terbiasa puasa senin kamis?? trims

    —————————————————–

    Saya hanya mengumpulkan tanya jawab dengan berbagai ulama ini dari beberapa media cetak, termasuk terbitan lama, agar bisa menambah wawasan keagamaan kita.

    Seperti disebutkan dalam hadis di atas, Nabi selain pada bulan Ramadhan, paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban. Juga beliau masih berpuasa setelah nisfu Sya’ban dan itu puasa sunnah. Apa lagi kalau kita mau membayar utang puasa Ramadhan yang lalu, yang karena suatu hal tidak berpuasa.

    Terima kasih.

  2. efendi says:

    ass, wa. wb. setelah mendengar ceramah tentang “makanan yang kita makan sehari-hari”, saya biasakan untuk melakukan puasa semampunya, pertanyaan saya : adakah hukum yang syah untuk melakukan puasa bulan- bulan muharam sebulan penuh ? trimakasih atas jawabannya /
    ————————————–

    Wa’alaikumussalam,

    Dalam setahun yang terlarang puasa itu hanya lima hari : Hari Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik ( 11, 12, dan 13 Dzulhijjah ). Jadi pada dasarnya boleh berpuasa selain pada kelima hari tersebut, walaupun Nabi saw tidak mencontohkan berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Tapi ada riwayat bahwa Nabi pernah berpuasa sebulan penuh pada bulan Sya’ban.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s