Doa Makan dan Doa Berbuka


Oleh : KH Ali Mustafa Yaqub

Pak Ustadz, saya mau tanya, bagaimana mengenalkan puasa ke anak perempuan yang umurnya 2,6 tahun. Hari pertama puasa saya sudah membangunkannya untuk sahur dan dia bertanya, apa itu sahur? Saya jawab, besok kita puasa dan harus sahur supaya badan kita kuat. Saat berbuka tiba, dia membaca doa sebelum makan: “ Allahuma barik lana fi ma razaktana wa kina adzaaban nar …” Sementara saya membaca doa berbuka puasa dan anak saya mendengarkannya.

Maaf Pak Ustadz, untuk menghindari kebingungannya saya katakan bahwa selama puasa dan saat berbuka kita membaca doa berbuka puasa. Tapi anak saya ngotot dengan bacaan doa sebelum makan tersebut di atas.

Bagaimana menjelaskannya secara perlahan, mengingat anak saya walau masih kecil tapi sudah sedikit mengerti perbedaan baca doa makan dan baca doa saat berbuka puasa. Mohon penjelasannya. Syukran.

Ria , Bogor.

Jawaban :

Dari segi usia, tampaknya putri ibu masih terlalu muda untuk mengenali puasa, tetapi dari segi kecerdasan, tampaknya putri ibu sudah memahami apa itu puasa. Cara memperkenalkan ajaran Islam pada anak-anak usia dini adalah orang tua memberikan contoh tentang pengamalan ajaran Islam itu sendiri, sebab bagi anak, orang tua khususnya, ibu adalah orang yang paling diidolakan oleh anak.

Apa yang dilakukan ibunya selalu ditirukan oleh anak. Maka, apabila ibu berpuasa, sahur, berbuka, dan sebagainya, anak tentu akan mengikuti perilaku ibundanya. Apabila terdapat doa-doa yang bervariasi, misalnya antara doa hendak makan dengan doa untuk berbuka puasa, apabila putri ibu sudah menghafal salah satu dari doa itu, sebaiknya ibu tidak memaksakan dengan doa lain. Insya Allah suatu saat, putri ibu akan memahami sendiri tentang variasi doa-doa itu.

Sumber : Konsultasi Ramadhan, Republika, Kamis, 19 Agustus 2010 / 9 Ramadhan 1431 H

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Mustafa Yaqub, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s