Bacaan Basmalah dalam Shalat


Oleh : Ust. Budi Hata’at

Ustadz, sahkah shalat mengikuti imam yang tidak membaca basmalah ? Di tempat saya, imamnya tidak membaca basmalah pada surat al-Fatihahnya.

Jawaban :

Membaca al-Fatihah merupakan salah satu fardhu shalat, sehingga tidaklah  sah shalat seseorang bila tidak membacanya. Adapun masalah kedudukan basmalah dalam surat al-Fatihah, terdapat perbedaan pendapat. Fuqaha Madinah, Bashrah dan Syam berpendapat bahwa basmalah adalah sebagai pembatas dari satu surat dengan surat yang lain, sehingga ia tidak masuk pada surat al-Fatihah. Oleh karena itu Imam Malik tidak membaca basmalah saat membaca al-Fatihah. Sedangkan menurut ahli qira’ah Kufah dan Makkah, demikian pula menurut Imam Syafi’i, basmalah termasuk satu ayat dari surat al-Fatihah.

Adapun membaca basmalah dalam shalat ( maghrib, isya dan subuh ) terdapat dua cara. Pertama, membacanya dengan pelan / lembut ( sirr ). Hal ini di antaranya berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muslim dari Anas ra : “Saya mengerjakan shalat bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Saya tidak pernah mendengar seorang pun di antara mereka yang membaca Bismillahir Rahmaanir Rahiim”. ( Shahih Muslim 2, hadits nomor 12 )

Hadits ini mengesankan bahwa Nabi tidak membaca basmalah, namun dalam hadits-hadits lain dijelaskan bahwasanya Rasulullah SAW membaca basmalah namun beliau membaca secara sirr, tidak dikeraskan. “Saya biasa shalat di belakang Nabi SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Maka mereka tidak menyaringkan bacaan bismillahir rahmaanir rahiim” ( HR an- Nasa’I dan Ibnu Hibban ).

Cara kedua, membaca basmalah dengan dikeraskan. Alasannya antara lain hadits berikut: “Dari Nu’aim Mujmiri katanya, “Saya melakukan shalat di belakang Abu Hurairah , maka ia membaca bisillahirrahmaanirrahiim, lalu membaca uumul qur’an ( al-Fatihah ) sehingga tatkala sampai waladh dhallin ia membaca amin , maka orang-orang membaca amin.” ( HR An-Nasa’i, Ibnu Hibban dan lain-lain ).

Jadi bila Anda tidak mendengar imam shalat membaca basmalah pada awal al-Fatihah, kemungkinannya ia memang tidak membacanya atau membacanya dengan cara dipelankan ( sirr ). Selama fardhu / syarat lainnya terpenuhi, shalat Anda insya Allah tetap sah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Fiqih Sunnah, Galamedia, Jumat, 28 April 2006   / 29 Rabiul Awal 1427 H

Ustadz Budi Hata’at, Lc , Pembina Yayasan Riyadhus Sunnah, Bandung

ΩΩΩ

Entri Terkait :

About these ads

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Budi Hata'at, Fiqih, Shalat and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s